oleh

Pengerjaan Lamban, Jembatan Di Jalan Raya Loksado Bahayakan Pengendara

LOKSADO, koranbanjar.net – Pembangunan Jembatan Bayampah di Jalan Raya Loksado Desa Hulu Banyu Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang terkesan terbengkalai, mulai sering menimbulkan masalah.

Sementara jembatan darurat yang sudah lama dibuat dikhawatirkan roboh, dan pengendara sering salah jalan sehingga sangat berbahaya jika tidak berhati-hati.

Perbaikan jembatan tepat berada di tikungan tajam dekat muara Jalan Niih tersebut pengerjaannya diperkirakan sudah lebih setahun. Sementara dibuatkan jembatan darurat di sampingnya, serta rambu-rambu peringatan perbaikan jembatan.

Beberapa kali koranbanjar.net melintas sering melihat pengendara roda 2 maupun 4 dari arah Loksado yang salah jalan, dan hampir menerobos jembatan yang sudah dibongkar.

Dari arah sebaliknya, tak sekali pengendara hampir jatuh menginjak rem mendadak karena tidak mengetahui jembatan yang berada di tikungan itu sedang dibongkar.

Bahkan pada Rabu (7/8/2019) sore ada satu bus pariwisata terpaksa menurunkan semua penumpangnya saat mau lewat, sebab di jembatan darurat bertuliskan maksimal muatan 3 ton. Beberapa kali koranbanjar.net lewat situ pun tidak pernah ada pekerja yang terlihat beraktivitas

“Saya sudah beberapa kali salah jalan di sini karena tidak tahu. Dan mungkin karena sedikit melamun, pernah saya hampir saja jatuh ke jembatan yang dibongkar,” ucap pengendara roda dua asal Kandangan yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kepala Desa Hulu Banyu Maslansah mengatakan, dari informasi yang didapatnya memang pengerjaan jembatan tersebut terbagi menjadi dua tahap sejak 2018 lalu. Tetapi ia menyayangkan lambatnya proses perbaikan yang berpotensi merugikan masyarakat.

Maslansah mengaku sering menerima aduan dari masyarakat mengenai kondisi jembatan darurat yang sudah lapuk dan dikhawatirkan roboh. Selain itu ada pula aduan dari pemilik tanah, sebab jembatan darurat yang dibuat banyak melewati batas tanah warga.

“Belum lagi aduan orang yang hampir terjatuh akibat salah jalan, itu sangat sering,” tutur Maslansyah.

Maslansah juga mengungkapkan, warganya kerap mengeluhkan pekerja yang sering tidak tahu tata krama dengan warga yang menonjolkan adat istiadat bermasyarakat, seperti keluar masuk tanpa permisi dan bertegur sapa.

Pada papan informasi pengerjaannya disebutkan; pekerjaan pemeliharaan jalan dan jembatan Bidang Bina Marga Pemprov Kalsel Dinas PUPR, dalam paket peningkatan jalan dan jembatan Lumpangi-Loksado. Disebutkan pelaksananya PT. Mitra Rezki Utama dengan nilai Kontrak 4.299.724.984 rupiah. (yat)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: