Pendapatan PT Baramarta Masih “Tertatih-tatih”, Tetapi Akan Menambah Komisaris dan Direksi, Apakah Ada Skema Penyertaan Modal Lagi?

Komisaris PT Baramarta, Mahmudah
Komisaris PT Baramarta, Mahmudah

Komisaris PT (Perseroda) Baramarta, Mahmudah mengakui bahwa pendapatan BUMD Kabupaten Banjar tersebut masih “tertatih-tatih”. Sementara di tengah pendapatan yang minim, Pemkab Banjar merencanakan penambahan 2 Komisaris dan 2 Direksi. Lalu, apakah ada skenario penyertaan modal lagi dari Pemkab Banjar?

BANJAR, koranbanjar.net – Jika penambahan jajaran komisaris dan direksi di tubuh PT (Perseroda) Baramarta memang betul-betul terjadi, tentu konsekuensinya PT Baramarta akan menambah beban biaya operasional yang cukup besar. Lantas, untuk mengatasi itu, apakah ada kemungkinan penambaan penyertaan modal kembali dari Pemkab Banjar?

“Kalau soal kemungkinan adanya penambahan pernyataan modal, itu semua dari Pemda yang melakukan kajian. Atau bisa juga mereview biaya operasional yang sekarang. Harapannya, harga jual batubara kembali tinggi, kemudian ada beberapa kontrak kerjasama dengan mitra yang bisa jalan,” ungkap Mahmudah saat ditemui koranbanjar.net, Selasa, (31/4/2024) kemarin di gedung DPRD Banjar.

Sebelum itu, Mahmudah juga mengungkap, PT Baramarta ini kan produknya batubara, dan sekarang harganya masih turun-naik. “Kita akui pendapatannya sekarang masih tertatih tatih. Terkait dengan pemenuhan kewajiban seperti pajak, karena dampak terhadap ketersediaan anggaran, memang kita masih mengkomunikasikan dengan pihak pajak,” ucapnya.

Dia menambahkan, dulu ada skema pembayaran pajak yang dilakukan manajemen PT Baramarta dengan nilai tertentu, kini pihaknya harus berhitung lagi.

Sedangkan terkait dengan kebijakan Pemda yang sedang melakukan rekrutmen jajaran komisaris dan direksi, salah satunya menindaklanjuti rekomendasi dari BPKP dan pansus DPRD Banjar yang meminta adanya Direktur Umum dan Direktur Operasional.

“Itu salah satu rekomendasinya, sebetulnya masih ada ada beberapa rekomendasi lain dari Pemda. Penanganan BUMD ini sebetulnya di bawah koordinasi Sekda, sedangkan untuk implementasi dari Asisten dan Kabag Ekonomi,” bebernya.

Disinggung kemungkinan adanya desakan pihak lain yang mengharuskan Pemda untuk melakukan penambahan komisaris dan direksi, Mahmudah kembali menegaskan, semua dilatarbelakang rekomendasi dari Pansus dan BPKP.

Sementara itu, Sekda Banjar, Mokhammad Hilmansyah ketika diminta konfirmasi tidak bisa memberikan komentar. Dia hanya menyarankan, bahwa terkait dengan rekrutmen komisaris dan direksi PT Baramarta maupun soal lainnya dapat ditanyakan kepada Asisten II dan Kabag Ekonomi.

Penelusuran koranbanjar.net dari beberapa sumber yang dapat dipercaya, termasuk sumber dari gedung DPRD Banjar, hutang-hutang PT (Perseroda) Baramarta dari peninggalan manajemen sebelumnya meliputi hutang setoran PAD, pajak PPH, PBB terhutang serta PNBP PKH telah mencapai Rp400 miliar lebih. Kemudian sejak tahun 2020 hingga 2023, hutang telah dibayar manajemen PT Baramarta yang sekarang hingga sebesar Rp62 miliar lebih.

Ketua Timsel Rekrutmen Jajaran Komisaris dan Direksi Baramarta, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ikhwansyah ketika dihubungi koranbanjar.net, Kamis (25/4/2024) menjelaskan, rencana penambahan jajaran komisaris dan direksi PT (Perseroda) Baramarta, sebetulnya sudah diputuskan melalui rapat paripurna dan pansus di DPRD Kabupaten Banjar.

“Penambahan komisaris dan direksi PT Baramarta itu didasari peraturan dengan tujuan untuk meringankan beban kerja manajemen PT Baramarta. Masa pendaftaran telah diundur sampai 30 April 2024, karena salah satu persyaratannya pendaftar minimal 5 orang. Sedangkan yang mendaftar sekarang ini masih sedikit, kalau tidak salah dua atau tiga orang,” ucapnya.

Dan penambahan jajaran komisaris dan direksi PT (Perseroda) Baramarta tersebut, ungkapnya, sudah melalui kajian serta rekomendasi dari BPKP. Seleksi pun dilakukan secara terbuka, dan sudah diumumkan melalui media cetak.

Bukankah PT Baramarta sekarang masih menanggung hutang yang cukup banyak dari peninggalan manajemen terdahulu, dan mengapa harus menambah jajaran komisaris dan direksi yang tentunya akan menambah beban biaya operasional? “Itu bukan wewenang saya menjelaskan, kami hanya menjalankan amanah,” ucapnya.

Apakah penerimaan jajaran komisaris dan direksi PT (Perseroda) Baramarta ini lantaran adanya titipan dari pihak tertentu? “Sejauh ini saya tidak mendengar itu. Lagipula, siapapun boleh mendaftar dan sudah diumumkan secara terbuka. Kemudian peserta akan melalui tahapan seleksi, termasuk tes and proper test,” tutupnya.(sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *