Pemkab Tanbu Berinisiatif Alihkan Dana Desa Untuk COVID-19

Kepala Dinas PMD, Samsir SE, M.AP saat ditemui di ruang kerjanya.(Foto: Agus Hasanudin)
Kepala Dinas PMD, Samsir SE, M.AP saat ditemui di ruang kerjanya.(Foto: Agus Hasanudin)

Pemerintah KabupatenTanah Bumbu berinisiatif mengalihkan anggaran dana desa (ADD) pada refocusing anggaran 2021. Pengalihan itu, dilakukan lewat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) setempat.

TANAH BUMBU, koranbanjar.net- Keputusan itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam strategi baru mengenai pengelolaan anggaran selama masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan data diberikan Dinas PMD, tercatat pada 2021 ada sebanyak 144 desa semua ADD-nya di refocusing dialihkan guna penangganan wabah Covid 19 dalam wilayah desanya masing–masing di Tanah Bumbu.

Plt Kepala Dinas PMD Tanah Bumbu Samsir, SE M.AP menjelaskan, refocusing ADD dari pagu ditetapkan hanya membolehkan memangkas perdesanya sebesar 8 persen.

“Kalau refocusing anggaran Dana Desa (DD) melebihi dari 8 persen yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) maka kami dari dinas (PMD) akan mengkonfirmasinya, agar di kemudian hari, tidak bermasalah dengan hukum,” ungkap Samsir saat ditemui belum lama ini, Minggu (6/5/2021).

Menurutnya, refocusing ADD 2021 ini baru pertama kalinya dilakukan Pemkab Tanah Bumbu. Sementara di tahun sebelumya tidak pernah dialihkan.

Dikatakan, pencairan anggaran ADD 2021 oleh dinas PMD kepada Pemerintah Desa bakal dilakukan selam 3 tahap.

“Untuk tahap pertama dicairkan sebesar 40 persen, kemudian tahap kedua 40 persen dan yang ketiga sebesar 20 persen,” bebernya.

Ia berharap adanya refocusing ADD tahun ini, maka Pemdes setempat diminta agar dalam penggunaan dana harus sesuai dengan keperluan dan arahan dari Pemkab Tanbu.

“Harapan kita pertama adalah, Pemdes selalu mengedukasi warga dengan 3 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak karena sudah kita fasilitasi melalui dana desa,” tuturnya.

Sehingga paling tidak, dengan adanya langkah-langkah dilakukan Pemkab Tanbu tidak ada lagi terkonfirmasi COVID-19 di masyarakat.

“Karena salah satunya mungkin, harapan kita juga dengan dibelikannya masker kain itu bisa menjadi budaya masyarakat selalu memakai masker, kemudian di cuci. Kalau kita menggunakan masker medis itu, bisa saja masyarakat pulang itu lagi dicucinya. Tapi kalau masker kain itu akan menjadi kebiasaan mereka,” terangnya.

Ia menegaskan, pada prinsipnya dengan adanya refocusing ADD untuk penanganan COVID -19, dan setidaknya khusus di Tanah Bumbu tidak ada lagi terkonfirmasi COVID-19.

“Walaupun misalnya itu ada, hanya sebatas misalkan dia bepergian jauh bisa di isolasi mandiri karang tina di rumahnya masing-masing,” tutupnya.(ags/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *