Pemkab Batola Prioritaskan Perbaikan Jalan 7 Desa Kutabamara

  • Bagikan
Perbaikan jalan yang dilaksanakan Pemkab Batola. (foto: faqih)
Perbaikan jalan yang dilaksanakan Pemkab Batola. (foto: faqih)

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Kalsel sepertinya harus mengambil pilihan melaksanakan perbaikan maupun pembangunan jalan desa dengan skala prioritas. Sekarang, Pemkab telah memprioritaskan melakukan peningkatan jalan 7 desa Kutabamara (Kuripan-Tabukan-Bakumpai dan Marabahan). Ditargetkan tahun 2022, peningkatan jalan sudah rampung.

BATOLA, koranbanjar.net – Jalan Kutabamara ini menghubungkan desa yang tertinggal seperti Desa Kuripan, Tabukan, Bakumpai dan Marabahan. Terutama di Kecamatan Bakumpai dan Kuripan.

Dengan program pengerasan jalan, kini jalan 7 desa tersebut sudah bisa terhubung dan dilewati roda 4. Mulai dari Desa Balukung, Jambu Baru, Jambu, Asia Baru, Kabua, Jarenang, dan Desa Kuripan.

Untuk menuju Desa Kuripan, pengerasan jalannya akan rampung pada akhir tahun nanti.

“Untuk sekarang progres jalan Kutabamara sudah selesai hingga Desa Jarenang. Akhir tahun diperkirakan pengerasan hingga Desa Kuripan,” ungkap Wakil Bupati Barito Kuala, Rahmadian Noor kepada koranbanjar.net, Sabtu (23/10/2021).

“Dalam sehari pengerasan bisa selesai 100-150 meter, untuk mencapai Desa Kuripan hanya sekitar 7,8 kilometer. Saya optimis dengan pekerjaan saat ini bisa rampung di bulan Desember nanti,” tambahnya.

Dia juga menjelaskan bahwa program Kutabamara tidak terpisahkan dari bedah kampung terintegrasi.

“Terutama terkait pelayanan dasar seperti bidang kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur. Tujuannya sama, untuk menghapus desa tertinggal,” katanya.

Program Kutabamara tidak hanya pengerasan jalan, juga dilakukan pembangunan jembatan beton. “Jalan dulu, baru jembatan. Jembatan yang ada ini masih jembatan darurat,” pungkasnya.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Batola, Edi Supriadi menambahkan, Sabtu (23/10/2021) hingga saat ini progres pembangunan jalan Kutabamara sudah mencapai 47 kilometer dari total keseluruhan 60 kilometer.

“Targetnya mencapai 77 persen hingga akhir tahun, tahun ini hingga Desa Kuripan. Sisanya, 23 persen pekerjaan akan dilakukan tahun 2022,” tutupnya.(mj-39/sir)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *