Pemilihan Gubernur Kalsel, H2D Tepis Fitnah Tentang Sebarkan Korupsi Makam Datuk Kelampayan

TIm H2D melakukan jumpa pers di Kota Banjarmasin. (foto: leon/koranbanjar.net)
TIm H2D melakukan jumpa pers di Kota Banjarmasin. (foto: leon/koranbanjar.net)

Menjelang PSU Pemilihan Gubernur Kalsel 2020, situasi politik di Kalimantan Selatan semakin memanas. Baru-baru ini beredar selebaran yang berisi adanya korupsi renovasi makam Datuk Kelampayan senilai Rp80 miliar. Kemudian Tim H2D dituding menyebarkan selebaran itu. Tudingan itu langsung ditepis Tim H2D.  

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Tim BirinMu, Muhamad Akram Sadli, aktif pada bidang pengolahan artikel. Dalam tulisannya pada laman goodnews.co.id menuduh bahwa pelaku penyebaran selebaran itu diduga kuat adalah Haji Denny Indrayana beserta tim.

Lantas, Sekretaris Gerindra Provinsi Kalimantan Selatan, Ilham Nor langsung membantah tuduhan itu. Tim H2D tidak pernah melakukan penyebaran selebaran seperti yang dituduhkan Akram Sadli.

“H2D tidak pernah terfikirkan untuk menyebar hal-hal yang berbau fitnah. Kami fokus pada sosialisasi anti politik uang, dan alhamdulillah masyarakat menerima itu dengan sangat baik, bahkan sampai membutuhkan Bawaslu Kalsel untuk mencopot spanduk perlawanan terhadap politik uang,” jelas Ilham dalam jumpa pers di Banjarmasin, Sabtu (5/6/2021).

Ilham menjelaskan, dalam kalkulasi politik, membuat selebaran hoax hanya akan menurunkan elektabilitas pasangan calon. Oleh sebab itu, tidak mungkin ada tim yang melakukan tindakan demikian.

Jikapun ternyata ada, maka patut dicurigai yang melakukan justru adalah lawan politik dengan maksud sengaja untuk menjatuhkan. Karena logika tersebut sangat sederhana dan sangat mudah dipahami masyarakat.

“Logikanya tidak mungkin orang sengaja melakukan gol bunuh diri. Artinya, kejadian itu memang sengaja diciptakan lawan politik. Sangat mudah menilai bahwa kami yang sedang difitnah. Mudah juga untuk menebak siapa sebetulnya yang sedang memainkan isu fitnah tersebut,” ungkapnya.

Ilham menambahkan, secara politik, sangat mudah melihat bahwa fitnah ini sedang diskenariokan oknum tertentu.

Selebaran ini muncul begitu saja, lalu tiba-tiba ditemukan Dian Wulandari, relawan BirinMu. Kemudian dengan cepat tim BirinMu yang lain (Akram Sadli) menuduh Haji Denny dan tim yang menyebarkan.

Padahal sebutnya, pihaknya tidak tahu apa-apa, jadi sudah sangat mudah ditebak siapa sebenarnya yang sedang memfitnah. Pola seperti ini sangat mudah ditebak, dan sangat disayangkan untuk dimainkan menjelang PSU. “Karena fitnah lebih besar dosanya daripada membunuh.”  tuturnya.

Pola semacam ini dikatakan Ilham pernah terjadi sebelumnya, seperti penyebaran SKCK Haji Denny, kemudian penyebaran berita hoax tentang grup WA yang bocor yang rupanya dibuat sendiri oknum lawan politik, dan lainnya.

Ilham menyayangkan pergerakan tim lawan yang semakin sering menunggangi isu agama untuk kepentingan PSU. Hal ini berbanding terbalik dengan pencitraan yang sering disampaikan di media untuk menghormati ulama dan habaib.

“Saya melihat ada Guru Wildan, Habib Fathur, dan Kanda Zayadi menjadi korban. Dalam tulisan yang dibuat Akram Sadli, ketiganya seakan-akan langsung menuduh H2D sebagai pelaku, tanpa tabayyun, tanpa klarifikasi, padahal kami tidak tahu apa-apa,” terangnya.

Justru yang pertama mengarahkan tuduhan itu kepada kami sambungnya, adalah Akram Sadli dalam tulisannya, yang notabene tim BirinMu sendiri. Jadi sudah bisa ditebak publik siapa aktor di balik fitnah ini.

Tidak hanya Ilham Nor, habib kharismatik Banjarmasin, Habib Abdurrahman Bahasyim, (Habib Banua) juga memberikan tanggapan. Beliau berharap ulama dan para habaib dapat berperan maksimal dalam menciptakan PSU yang bermoral dan bermartabat, serta tidak terjebak terlalu dalam pada lubang politik praktis.

“Masing-masing pasangan calon didukung para ulama dan habaib. Kita berharap ulama dan habaib ini menjadi penenang dan penyeimbang, jika ada potensi fitnah yang muncul, habaib harus hadir menenangkan, tabayyun, dan mengklarifikasi. Jangan sebaliknya, justru masuk ke dalam lubang kegaduhan,” tuturnya.

Dirinya juga berharap seluruh pihak saling bekerja sama dalam kebaikan untuk menciptakan PSU yang kondusif dan bermartabat.

“Ulun mengimbau kepada masyarakat, tolong menolonglah kita dalam berbuat kebajikan, seperti mengawal jalannya PSU jujur dan adil, demi kebaikan bersama rakyat Banua. Dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa, jangan membantu dalam kecurangan dan politik uang,” imbaunya.

Justru kecurangan itu harus kita lawan bersama-sama. Semoga PSU ini berjalan dengan jujur, adil, aman, dan damai.(yon/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *