Pembakal Pengaron Datangkan Pendekar Kuntau dari Maniapun

PENGARON, KORANBANJAR.NET – Kesenian beladiri Kuntau dapat dikatakan sudah mulai jarang ditemukan di tengah masyarakat Kalimantan Selatan. Namun demikian tidak bagi masyarakat di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.

Pembakal Desa Pengaron, Supian Noor, cukup gigih melestarikan kesenian daerah khas tanah Banjar ini.

 

“Sebelumnya saya melihat kuntau ini sudah mulai terkikis dan tergantikan dengan kesenian luar, hal tersebut membuat saya merasa miris, hingga ke luar ide untuk mengajak masyarakat latihan kuntau,” ungkap Pembakal Desa Pengaron Supian Noor kepada koranbanjar.net, Sabtu malam (27/04).

Pembakal mengatakan, latihan kuntau tersebut dilaksanakan setiap Jumat malam sehabis sholat isya. Dia mendatangkan pendekar-pendekar kuntau dari Desa Maniapun, seperti Mahjuni atau kerap disapa Julak Ijun untuk melatih yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Desa Pengaron.

“Jadi saya datangkan pakarnya dalam ilmu silat Banjar untuk melatih di sini, jika diperhitungkan dalam waktu enam bulan semua akan bisa dan berkelanjutan ke generasi selanjutnya,”  tutur Supian.

Supian menambahkan, latihan yang dilaksanakan itu tidak dipungut biaya. “Kami tidak memungut biaya untuk yang mau belajar di sini, yang ada hanya iuran sukarela untuk minum,” ujarnya.

Untuk biaya pembukaan ditanggung Supiani, seperti selamatan dan menyembelih ayam jago. Dia pun tidak malu-malu untuk ikut belajar bersama anak-anak saat latihan.

“Jadi saya pun juga ikut belajar di sini,” katanya.

Desa Pengaron memang baru kali mengadakan latihan kuntau. “Jadi ini adalah kali pertama kita mengadakan latihan  kuntau, jika untuk di desa lain memang sempat ada seperti Maniapun dan Arang Alus,” tuturnya.

Supian berharap untuk generasi selanjutnya akan terus melestarikan kesenian ini agar tidak terkikis zaman.(sen/sir)