Banjar  

Pembahasan RPJPD, DPRD Pasuruan Kunjungi Bappedalitbang Kabupaten Banjar

Kunjungan kerja DPRD Kabupaten Pasuruan yang terdiri dari Komisi I dan Komisi II ke Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Selasa (11/6/2024). (Foto: Bappedalitbang Banjar/Koranbanjar.net)

Bappedalitbang Kabupaten Banjar menerima kunjungan kerja DPRD Kabupaten Pasuruan yang terdiri dari Komisi I dan Komisi II, bertempat di aula Bauntung Bappedalitbang Banjar Martapura, Selasa (11/6/2024).

BANJAR, koranbanjar.netRombongan DPRD Pasuruan diterima Sekretaris Bappedalitbang Banjar Hanafi didampingi Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi (PPE) Bappedalitbang Banjar Mujahid.

Ketua Pansus sekaligus ketua rombongan DPRD Pasuruan, Arifin menjelaskan maksud kedatangannya yaitu ingin belajar tentang potensi-potensi yang ada di wilayah di Kabupaten Banjar, khususnya dalam jangka panjang, sekaligus acuan dalam rangka pembahasan RPJPD Kabupaten Pasuruan di tahun 2025-2045.

Kabid PPE Bappedalitbang Banjar Mujahid menjelaskan progres penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) di Kabupaten Banjar saat ini sudah disusun sampai rancangan akhir dan disampaikan kepada DPRD melalui Rapat Paripurna.

“Besok akan diadakan rapat paripurna RPJPD dengan agenda jawaban Bupati atas pemandangan umum Fraksi. Jadi proses RPJPD sudah sampai tahap akhir,” ujarnya.

Dijelaskan Mujahid, sebelumnya telah dilakukan reviu APIP yang telah selesai dilaksanakan, dengan catatan-catatan yang disampaikan kepada pihaknya, selanjutnya akan dilakukan pembahasan kepada DPRD.

“Adapun visi yang kami angkat selama 20 tahun ke depan adalah Banjar Berkelanjutan, Maju, Agamis, sebagai sentra perikanan, pariwisata dan pertanian,” jelas Mujahid.

Menurutnya, visi tersebut sudah menyelaraskan dengan arahan nasional, dimana visi tersebut harus memuat dua narasi yaitu Maju dan Berkelanjutan.

“Untuk visi lainnya sesuai dengan potensi kami yaitu Agamis, karena Martapura terkenal dengan julukan Kota Serambi Mekkah. Kemudian ada city brandingnya, yaitu sentra perikanan, pariwisata dan pertanian,” tambah Mujahid.

Lanjutnya dikatakannya, sektor pertanian paling banyak menyumbang penyerapan tenaga kerja, secara kontribusi 20 persen dibawah pertambangan.

“Oleh karena itu pertanian akan menjadi lokomotif pembangunan di 20 tahun ke depan, serta pariwisata dan perikanan,” tutupnya. (bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *