Pelajar di Pulau Sembilan Kesulitan Ikuti Pembelajaran Daring, Mulai Sinyal Hingga Kuota

Sejumlah anak saat berada di atas jembatan yang kerap mencari jaringan internet.(Foto: Agus Hasanudin)
Sejumlah anak saat berada di atas jembatan yang kerap mencari jaringan internet.(Foto: Agus Hasanudin)

Semenjak pandemi Covid-19, pembelajaran jarak jauh atau via daring di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan mengalami sejumlah kendala. Kendala itu, disampaikan salah satu guru Sekolah Menengah Atas (SMA) setempat.

KOTABARU, koranbanjar.net- “Sinyal kendala 100 persen. Sinyal sampai sekarang di Desa Tengah betul-betul bermasalah tidak bisa dipakai dengan alasan rusak karena cuaca, kata dari pihak satelite pusatnya langsung,” ungkap Askar, S.Pd merupakan Guru Olahraga di SMA 1 Pulau Sembilan belum lama ini.

Sementara di desa tetangganya, yakni Desa Tanjung Nyiur jaringan masih ada, namun ketika ada hujan deras, serta angin maka akan bermasalah. Seperti, tidak ada jaringan.

“Tapi kalau siang hari baru bagus apabila panas matahari. Apabila mendung maka akan kurang, karena menggunakan tenaga surya. Tapi ketika lampu hidup, maka akan bagus jaringannya,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Senin (17/5/2021).

Berbicara tentang ketersediaan kuota data, ia mengaku sudah cukup besar. Di mana, untuk masing-masing siswa, dari Kementrian Kebudayaan (Kemendikbud) diberikan sebanyak 35 GB perbulan.

Selain kendala jaringan, masalah kesanggupan para siswa untuk memilki sebuah handphone juga menjadi biangnya.

Wajar demikian, karena notabene para orang tua siswa di Pulau Sembilan rata-rata hanyalah berprofesi sebagai nelayan.

Di mana, mereka bekerja ketika cuaca sedang bersahabat, dan pendapatannya pun terbilang minim.

Oleh sebab itu, ketika ada siswa terkendala lantaran handphone, maka akan disikapi dengan kebijakan pemberian buku paket yang bisa dibawa langsung ke rumah gurunya.

Sementara yang terkendala dengan jaringan, sehingga tidak bisa mengumpulkan tugasnya maka akan tetap diberikan toleransi.

“Disiasati kalau model hujan menggunakan langsung mendatangi gurunya ke rumah, atau terlambat baru berapa hari dikumpulkan bisa mendatangi gurunya,” jelasnya.

Menurutnya, pembelajaran daring di Pulau Sembilan biasanya digelar mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WITA. Kadang ia, menyaksikan secara langsung muridnya tetap ikut pembelajaran meski harus kedinginan di jembatan kayu demi mendapatkan jaringan internet.

“Kadang pakai sarung (via daring) sambil mencegah agar tidak kena basah karena hujan di jembatan,” tuturnya lirih.

Disinggung mengenai persiapan tahun ajaran 2021 mendatang, ia mengklaim sudah akan melakukan protokol kesehatan (Prokes).

“Sekarang pihak sekolah di Pulau Sembilan tinggal menunggu, dan tanggal vaksinasi buat guru-guru digabung dengan lansia yang ada di desa kalau tidak salah sudah ada jadwalnya,” tutupnya.(ags/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *