Pedagang Tinggalkan Pasar Ikan di Pasar Keramat Barabai, Kini Kotor dan Sepi  

Pasar Ikan dan Ayam di Pasar Keramat Barabai terlihat kotor dan sepi. (foto: ramli)
Pasar Ikan dan Ayam di Pasar Keramat Barabai terlihat kotor dan sepi. (foto: ramli)

Tidak terawat dan sepi dari pedagang maupun pembeli. Begitulah kondisi terkini pada Pasar Ikan di Pasar Keramat Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kini, pasar tersebut sudah ditinggalkan pedagang, karena sepi dan kotor. Meski masih ada pedagang yang bertahan, hanya sedikit.  

BARABAI, koranbanjar.net – Lokasi pasar ikan dan ayam di Pasar Keramat Barabai tampak kosong, bahkan tempat ikan (bak ikan) di tempat tersebut terlihat sangat kotor.

Dari jumlah los ikan dan ayam sekitar 50 tempat, hanya sekitar 5 persen yang diisi pedagang, ini disebakan karena lokasinya yang jauh berada di ujung belakang pasar.

Pedagang ikan dan ayam yang masih bertahan menilai pemerintah daerah kurang tegas dan tanggap dalam menangani permasalahan Pasar Keramat, sehingga para pedagang tidak mau berjualan di dalam los ikan tersebut.

Los ikan ini sudah cukup lama ditinggalkan para pedagang ikan dan ayam puncaknya pada paska banjir Januari 2021 lalu, kini hanya menyisakan beberapa pedagang yang masih bertahan.

Pasar Ikan dan Ayam di Pasar Keramat Barabai terlihat kotor dan sepi. (foto: ramli)
Pasar Ikan dan Ayam di Pasar Keramat Barabai terlihat kotor dan sepi. (foto: ramli)

Salah satu pedagang ikan di Pasar Keramat Barabai saat ditemui koranbanjar.net Minggu (19/9/2021) sekitar pukul 15.00 WITA, Dody mengeluhkan tidak adanya respon pemerintah terhadap keluhan para pedagang, khususnya dalam penertiban pedagang yang berjualan di luar dari tempat khusus pedagang ikan yang telah disediakan pemerintah.

“Memang banyak yang sudah keluar berjualan, puncaknya sesudah banjir besar kemarin itu,” ujarnya.

Sependapat dengan Dody,  Yasin menilai pemerintah harus tegas untuk menertibkan para pedagang ikan dan ayam yang masih berjualan di luar, untuk kembali ke tempat yang telah disediakan pemerintah.

“Pemerintah membangunkan bangunan ini seharusnya diisi pedagang, malah di tinggalkan, ini mubajir pemerintah membangun tempat ini kalau tidak dipakai.

Pemerintah kan berkuasa, kalau orang tidak mau dimasukkan ke tempat ini, suruh saja jualan di depan rumah, jangan di pasar lagi, seharusnya pemerintah jangan takut sama pedagang. Pemerintah kan punya Satpol PP, polisi bahkan tentara, masa takut sama pedagang,” ujarnya dengan nada keras.

Bukan tanpa alasan, pengelolaan Pasar Keramat Barabai juga menjadi salah satu penyebab para pedagang ikan memilih keluar dan pindah dari los ikan dan ayam yang disediakan pemerintah tersebut.(mj-41/sir)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *