BNN

Pasca Kebakaran di Lapas Tangerang, Lapas Banjarbaru Waspada Aliran Listrik

  • Bagikan
Petugas Lapas Kelas IIB Banjarbaru melakukan pemeriksaan jaringan aliran instalasi listrik. (Foto: Humas Lapas Banjarbaru/koranbanjar.net)

Pasca kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang waktu lalu, Lapas Kelas IIB Banjarbaru melakukan pemeriksaan instalasi listrik di setiap blok mewaspadai terjadinya konslet, sebagaimana instruksi Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjenpas) ke seluruh Lapas di Indonesia.

BANJARBARU,koranbanjar.net – Kejadian itu sendiri telah menelan korban jiwa puluhan orang karena tak sempat menyelamatkan diri.

Hal itu pula yang menjadi perhatian Ditjenpas, sehingga menginstruksikan seluruh Lapas di Indonesia untuk memeriksa instalasi listrik.

BACA:  KPH Hulu Sungai Bahas Komoditas RHL

Lapas Kelas IIB Banjarbaru yang menerima surat instruksi, langsung melakukan pemeriksaan instalasi listrik di seluruh bangunan di Lapas.

“Pasca kebakaran di Lapas Tangerang, langsung  kami memeriksa instalasi listrik seluruh blok setelah diinstruksikan Kalapas Banjarbaru,” ucap Kasi Administrasi dan Keamanan Lapas Kelas IIB Banjarbaru Samuel Siregar, Kamis (9/9/2021).

Dikatakannya, hasil dari pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, tidak ada menemukan potensi berbahaya.

“Pemeriksaan kita lakukan per blok, dari A sampai Z dan per kamar,” katanya.

BACA:  Layanan Kesehatan di Jalur Gaza Semakin Memburuk, Rumah Sakit Kewalahan Tangani Korban

Pemeriksaan memang dilakukan pihaknya rutin dilakukan. Setiap minggunya, memang pihaknya selalu lakukan pemeriksaan.

“1 minggu sekali ada pemeriksaan tiap kamar, juga kita lakukan pemeriksaan jika ada yang curi-curi listrik,” ungkapnya.

Untuk perawatan berkala, dikatakannya tidak bisa dilakukan karena tidak ada ahli dalam bidang. Paling tidak, pihaknya memeriksa beberapa panel, dan bila ada kabel yang ruwet diperbaiki.

“Jadi kita minta bantu dari pihak PLN, dan sudah kita koordinasikan. Tinggal menentukan kapan waktunya, dan apa kurangnya instalasi kita,” sebutnya.

BACA:  Kotabaru – Banyuwangi Bahas MoU Sistem E-Planing dan Budgeting

Ditambahkan dia, perlengkapan pemadam seperti APAR juga ada, tapi tidak ditempatkan di setiap blok. Pihaknya berencana bekerja sama dengan BPK.

Untuk di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, total narapidana ada 1862 orang, dan tahanan luar sekitar 150 orang. Tiap blok diisi napi dengan bervariasi, rata-rata 100 orang ke atas. (maf/dya)

(Visited 31 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 31 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *