Baznas

Para Pengamen dengan Disabilitas Netra Digiring Ke Dinas Sosial, Ada Apa?

- Tak Berkategori
  • Bagikan

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Para pengamen penyandang disabilitas netra dan gepeng yang mangkal di depan SPBU coco dan di depan Kantor PT. PLN Persero, Jum’at (20/04) lalu diamankan oleh petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarbaru.

Pengamen yang merupakan para peyandang disabilitas netra serta para gepeng yang total berjumlah 19 orang, dengan rincian 10 orang penyandang disabilitas netra, 7 orang gepeng dan 2 anak-anak itupun dibawa ke Dinas Sosial Kota Banjarbaru untuk didata dan dibina.

Menurut Kepala Dinas Sosial, Masjudin Noor, mereka akan didata kemudian dibina dan dikembalikan ke rumah masing-masing.

“Mereka akan kami arahkan untuk jangan lagi mengemis ataupun mengamen di tempat itu. Karena kami mendapat keluhan dari pihak SPBU juga, mereka terus menelpon kami sebagai pihak terkait,” ujarnya.

Masjudin menyatakan kenapa mereka dipulangkan, karena jika diserahkan ke yayasan lagi biasanya mereka akan keluar dan kembali lagi.

“Oleh karena itu, kami akan konsultasi dengan atasan dan akan mencari solusi yang terbaik untuk mereka,” ucapnya.

Sedangkan menurut Kasi Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Herli, mereka akan dikembalikan ke daerah mereka masing-masing.

“Tadi kan juga ada yang dari barabai, jadi nanti mereka akan kita kembalikan ke daerah asal dan kita serahkan ke Dinsos daerah asal mereka. Jadi, biar mereka ditangani sesuai dengan kebijakan dan anggaran dari daerah asalnya,” terangnya.

Sementara itu, menurut salah satu pengamen disabilitas netra, Muhammad Suparto mengaku bahwa dulunya hanya dia yang diperbolehkan oleh pihak SPBU untuk mengamen disitu.

“Setelah itu baru mereka yang lain pada datang, ikut mengamen disitu. Bahkan ada yang minta-minta,” ujarnya.

Laki-laki asli Kaltim itu berharap, mereka bisa dicarikan solusi seperti yang diterapkan di Yogyakarta.

“Jadi para disabilitas disana, diperbolehkan mengamen dan memijat dengan disediakan sebuah warung atau lapak yang disediakan oleh pemerintah setempat,” jelasnya.

Setelahnya dibina dan diarahkan untuk jangan lagi mengamen atau mengemis di tempat biasa mereka mangkal, kemudian mereka dipulangkan ke rumah masing-masing.

Sebagian dari mereka di antar menggunakan mobil patroli petugas, sedangkan beberapa diantaranya menggunakan taksi angkutan langganan mereka.(ana)

  • Bagikan