oleh

Paparkan WBBM, Kajati Kalsel Haru,” Saya Hanya Ingin Mewariskan Perubahan Yang Lebih Baik”

Saat memaparkan beberapa perubahan dalam rangka pencanangan Wilayah Birokrasi Bebas Melayani(WBBM), Kepala KejaksaanTinggi(Kajati) Kalimantan Selatan, Arie Arifin sempat menitikan air mata, terharu dengan apa yang dijabarkan.

BANJARMASIN, KoranBanjar.Net – Kepada Tim Penilai Internal(TPI) Kejagung RI, Arie Arifin menyampaikan kinerja Zona Integritas menuju WBBM, Rabu (1/7/2020), bertempat di Aula Anjung Papadaan Kejati Kalsel Banjarmasin.

Dari pengamatan Forwaka, tetesan air mata itu nampak tak terbendung, ketika dirinya menyampaikan terima kasih atas dukungan jajarannya untuk menjadikan kantor Kejati Kalsel sebagai zona integritas WBBM setelah tahun lalu mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

“Terharu mendapat dukungan jajaran saya, mereka semuanya mendukung apa yang saya kerjakan. Saya tidak mengharapkan muluk, hanya nantinya bila saya meninggalkan Kejati ini, niat saya hanya ingin mewariskan perubahan yang lebih baik kepada jajaran saya,” ungkapnya dengan mata yang tampak masih berkaca-kaca.
Orang nomor satu di Kejati Kalsel itu, berharap apa yang dia lakukan akan menjadi amal jariah bagi dirinya kelak.

Dibalik keharuan itu, Arie sempat berkelakar, ditanya apakah dirinya masih meneruskan kiprahnya di dunia Adhyaksa usai menghabiskan jabatannya sebagai Kajati Kalsel yang tinggal beberapa bulan ini, “gak lagi, saya mau jualan batu aja,” ucapnya diiringi gelak tawa.

Berbagai perubahan yang sudah dilakukan agar dapat merubah mindset dan tata kelola kerja, inginnya.

“Tapi ini juga tidak mudah. Semua harus melalui proses secara perlahan-lahan dan kita perlu memberikan pemahaman,” tuturnya sembari mengatakan apa yang dia kerjakan bisa bermanfaat bagi pegawai kejaksaan dan masyarakat Kalsel.

Dalam paparan kinerjanya menuju WBBM, mantan Wakajati Jabar ini menyebutkan berbagai terobosan pelayanan publik dibuat Kejati Kalsel. Seperti menyiapkan ambulance, mobil pemadam kebakaran, cafe, hingga pembangunan masjid serta anjungan ATM yang diharapkan bisa digunakan dan dimanfaatkan bagi para pegawai dan masyarakat.

Selain memaparkan sendiri kinerjanya, dihadapan TPI Kejagung yang dipimpin Jaksa Agung Muda Pengawasan(JAMWAS), Kejagung RI M Yusni SH MH, Kejati Kalsel juga memutar video hasil kerja instansinya untuk meraih WBBM.

Video yang berdurasi sekitar 10 menit itu jelas terlihat berbagai terobosan dilakukan Kejati Kalsel, baik saat ingin meraih WBK tahun lalu maupun saat ini ingin mendapatkan WBBM tahun ini.

Diketahui, sebelumnya tahun 2019 lalu, Kejati Kalsel telah meraih WBK dengan menerapkan enam area perubahan.

Enam area perubahan itu meliputi manajemen perubahan, penguatan ketatalaksanaan, penguatan sistem manajemen SDM, penguatan sistem pengawasan, penguatan akuntabiltas kinerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik.(yon)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: