Paman Birin Ingin Sereh Wangi Menjadi Komoditas Ekspor

KUNJUNGAN - Kadishut Kalsel (dua kiri) ketika meninjau kawasan kebun Sereh Wangi di Kotabaru.

KOTABARU,KORANBANJAR.NET – Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor berharap agar Sereh Wangi yang dibudidayakan di dalam dan sekitar kawasan hutan, dikembangkan menjadi produk ekspor unggulan banua.

Keinginan itu disampaikan Gubernur, seperti diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, saat panen Sereh Wangi perdana di lahan seluas 5 hektare di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, Sabtu (22/6/2019) tadi.

“Gubernur Kalsel meminta agar Sereh Wangi dapat menjadi komoditas ekspor untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah,” tutur Hanif.

Paman Birin, begitu Gubernur Kalsel akrab disapa, lanjut Hanif, juga telah memberikan arahan kepada semua pemegang izin yang berkaitan dengan kehutanan dan perkebunan, untuk mendukung semua program pemerintah provinsi melalui kegiatan-kegiatan yang bermuara kepada perbaikan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Budidaya Sereh Wangi ini sendiri merupakan pertama dilakukan di Kalimantan Selatan. Dimulai pada akhir tahun 2018 di lima kabupaten. Tanaman ini adalah bahan baku penghasil minyak atsiri bernilai ekonomis cukup tinggi. Sedangkan prospek pasarnya sangat menjanjikan.

“Sereh Wangi ini merupakan komoditas baru dikembangkan sebagai sumber peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat atau kelompok tani di sekitar dan dalam kawasan hutan. Prospeknya menjanjikan,” ujarnya.

Budidaya Sereh Wangi di Desa Sungai Pasir dilaksanakan oleh KTH Jambangan Lestari. Penanaman dimulai pada awal Desember 2018, di sela-sela tanaman agroforestry tahun 2017, dengan jarak tanam 80 x 80 cm. Ada 12 ribu rumpun dalam setiap hektare-nya.

Bupati Kotabaru diwakili Kepala Dinas Tanaman Hortikultura, Ahmad Asbili mengatakan pengembangan tanaman Sereh Wangi sangat pontensial untuk terus dikembangkan.

“Kami sangat senang dan mendukung penuh budidaya Sereh Wangi ini dilaksanakan sebagai wujud fisik pembangunan Kabupaten Kotabaru di bidang agrobisnis,” katanya.

Untuk mendukung pemasaran minyak atsiri Sereh Wangi, Dinas Kehutanan Kalsel telah melakukan Memory of Understanding (MoU) dengan PT Pemalang Agro Wangi. Perusahaan bersedia untuk membeli hasil produksi minyak atsiri Sereh Wangi yang diproduksi Kelompok Tani Hutan (KTH) dari Kalsel.

Nilai ekonomis dalam 4 hektare tanaman Sereh Wangi yang dipanen akan menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp 15 juta per bulannya.

Budidaya tanaman ini sudah dilakukan oleh 6 KPH di Kalsel. KPH Pulau Laut Sebuku dan Cantung untuk di Kabupaten Kotabaru. KPH Kusan di Kabupaten Tanah Bumbu, KPH Tanah Laut di Kabupaten Tanah Laut, KPH Kayu Tangi di Kabupaten Banjar dan KPH Tabalong di Kabupaten Tabalong.

Luas tanam pada masing masing KPH 5 hektare sendiri dipadukan dalam program agroforestri, dengan tanaman utama Sengon. Sereh Wangi sebagai tanaman sela.

Dimasing-masing KPH juga telah tersedia alat penyulingan minyak atsiri dengan kapasitas 1 ton.

Dikesempatan itu, Kepala BPHP Wilayah IX Banjarbaru, Safrudin mengatakan, dalam pengelolaan KPH ada beberapa indikator yang menjadi target dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain berkurangnya deforestasi, juga jumlah unit usaha yang dikembangkan di hutan produksi, guna peningkatan pendapatan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan Sereh Wangi.

Panen perdana ini dihadiri jajaran BPHP Wilayah IX Banjarbaru, BKSDA Kalsel, SKPD lingkup Pemkab Kotabaru, Camat Pulau Laut Tengah, PT Inhutani II Pulau Laut, PT MSAM, Manggala Agni, Kapolsek Pulau Laut Tengah, Danramil Pulau Laut Tengah, Sekdes Salino, serta Kelompok Tani Hutan dan Gapoktan.

Selain panen perdana oleh Kadishut Kalsel beserta undangan, acara dilanjutkan ke tempat penyulingan untuk menguji coba peralatan. (dishutkalsel)

BeritaTerkait