Operasi Pasar Dilaksanakan di Kelurahan Sungai Ulin, Antrean Warga Terlihat Sepi

BANJARBARU, koranbanjar.net – Kegiatan operasi pasar gas elpiji 3 kilogram di Kelurahan Sunga Ulin, Banjarbaru, Jum’at (16/03) terlihat sepi dan tidak begitu banyak warga yang mengantre.

Operasi  pasar gas elpiji 3 kilogram tersebut yaitu menjalankan program dari Dinas Perdagangan Banjarbaru, untuk menyikapi kelangka’an gas LGP tiga kilogram yang terjadi beberapa minggu yang lalu.

Hal itu dikatakan oleh Lurah Sungai Ulin, Fauzi Muttaqin kepada koranbanjar.net, bahwa operasi tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas.

“Tidak kurang tidak lebih, dalam operasi pasar ini kita membantu masyarakat dalam masalah kelangka’an gas elpiji 3 kilogram,” ucapnya.

Namun dikatakannya lagi, bahwa operasi pasar yang ada di Kelurahan Sungai Ulin ini terlambat, karena tidak bertepatan dengan terjadinya kelangkaan LPG di Kelurahan Sungai Ulin.

“Ada agak keterlambatan ini, tapi tetap kita membantu masyarakat yang kesusahan mencari elpiji 3 kilogram,” katanya.

Dalam operasi pasar gas tersebut, ada 560 kuota gas yang didatangkan di Kelurahan Sungai Ulin dengan harga yang sudah ditetapkan sebesar Rp17.500. Untuk syarat agar bisa mendapatkan gas tersebut, warga cukup membawa fotokopi KTP atau Kartu Keluarga yang berdomisili di Kelurahan Sungai Ulin.

“Kuota gas sebanyak 560 tabung dan harus kita habiskan hari ini sampai selesai,” ujarnya.

Akan tetapi, dilihat dari antrean saat pembagian gas tersebut, tidak begitu banyak warga yang datang. Hal itu diakui Fauzi karena harga gas dieceran sudah hampir normal.

“Lagi pula ini sudah lancar pendistibusian di setiap pangkalan. Makanya dilihat sepi, saya dengar harga eceran sekitar Rp20.000 sudah,” ungkapnya.

Fauzi berharap, operasi pasar seperti tidak dilakukan hanya satu kali saja, ia ingin ada dua sampai tiga kali dilaksanakan.

“Jangan hanya dilakukan satu kali dalam satu tahun. Karena kelangka’an ini kita tidak tahu, kapan saja bisa terjadi. Maka dari itu mudahan bisa dalam satu tahun dua sampai tiga kali, dan ini tersebar seluruh wilayah Kota Banjarbaru,” harapnya.

Sementara itu, dikatakan oleh warga setempat, Edy Saputra (23 bahwa ia lebih memilih menunggu gas di pangkalan atau pun di Kelurahan. Karena dieceran ia pernah membeli dengan harga mahal.

“Dieceran harga Rp50.000 waktu susah mencari gas, maka dari itu saya lebih baik menunggu di pangkalan atau di Kelurahan dengan harga yang lebih murah. Saya harap juga, agar lebih sering dilakukan operasi pasar gas di Kelurahan,” ucapnya.(maf/mj-01/ana/kie)

Read Previous

Kedapatan Ngelem di Taman, Eh Pas Orang Tuanya Didatangkan Oleh Petugas Si Anak Malah..

Read Next

Dua Orang PSK Kembali Tertangkap, Pemilik Rumah Sewaan pun Turut Diamankan

Tinggalkan Balasan