oleh

Ngolam, Wadah Pengatahuan bagi Sastrawan Pemula dan Pengunjung Book Fair Banjarbaru

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Ngobrol Malam (Ngolam, Red). Merupakan salah satu bagian dari Banjarbaru Book Fair 2018. Ngolam merupakan wadah diskusi bagi sastrawan khususnya bagi sastrawan Banjarbaru.

Menurut sastrawan senior Kalsel, Arsyad Indradi, mengatakan sekelas Kota Bandung dan Yogyakarta tidak ada acara seperti ini. Dirinya merasa senang dengan diadakannya acara Ngolam ini. Menurutnya, Ngolam memberikan ruang bagi sastrawan di Banjarbaru.

“Kegiatan seperti ini memberikan ruang khusus bagi para sastrawan yang ada di Banjarbaru, karena kiblat sastra Kalimantan Selatan adalah Banjarbaru,” ujar Abah Arsyad -sering ia disapa- kepada koranbanjar.net di sela-sela acara, Selasa (3/4) malam.

Selain itu, Abah Arsyad juga menyatakan jika kegiatan ini dapat memberikan pemahaman tentang sastra untuk anak muda penerus generasi. “Karena membaca sastra membangun akan literasi,” ujarnya lagi.

Novelis sekaligus jurnalis, Sandi Firly, mengatakan kegiatan ini memberikan ruang untuk para penulis dan para sastrawan yang ada di Banjarbaru untuk berbagi pengalaman dan berkarya.

“Acara ini dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan bagi para pemuda dan pengunjung Book Fair,” katanya.

Menurut Sandi, acara ini sudah berlangsung sejak tahun 2017 kemarin, dan akan berlangsung hingga seterusnya.

Kemudian masih dari sastrawan Banjarbaru, Ali Syamsudin Arsyi, ia mengkritisi kegiatan Ngolam di Book Fair Banjarbaru ini lebih baik jika dilakukan di dalam ruangan, bukan tidak di samping tenda.

“Karena apabila hujan, mungkin kegiatan ini akan terhenti atau masik ke dalam tenda, seperti malam tadi,” tandas pendiri Kindai Sastra ini.

Baginya, dengan adanya Ngolam ini diharapkan kesusastraan di Banjarbaru lebih meningkat lagi.

Acara Ngolam ini diadakan sesuai jadwal Book Fair Banjarbaru 2018, yakni dari 31 Maret hingga 9 April. (sen/dra)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: