oleh

Nadjmi: Setelah Ada Kasus Rubella, Langsung Ada Respon Orangtua

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Setelah beberapa waktu lalu sudah ditemukan kasus rubella, pihak Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru juga sudah mengambil sampel darahnya untuk dikirim ke Jakarta dan ternyata hasilnya yang didapatkan dan memang positif rubella, Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani mengatakan  tinggal bagaimana respon ke beberapa orangtua yang masih tidak mengizinkan anaknya diberikan vaksin. Hal itu ia katakan usai menghadiri sebuah acara pada Selasa (11/09) lalu.

“Nah, MUI mengeluarkan fatwa dan kami (Pemko Banjarbaru) bersama MUI Kalsel melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah meyakinkan bahwa ini posisinya sesuai dengan yang dikatakan oleh MUI yaitu dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Karena rubella ini, lanjutnya, virus yang penyebarannya cepat. Kalau ini terjadi kami juga berat bertanggung jawab apabila siswa itu tidak mau (disuntik).

“Dulu vaksin MR ini bayar, sekarang pemerintah menggratiskan. Meskipun terlambat dari kementerian kesehatan mengurus izin sertifikasi halal tapi kalau MUI mengatakan bahwa ini sudah kondisi darurat, itu yang harus sikapi dan mudah-mudahan lancar,” harapnya.

Nadjmi juga mengatakan bahwa sudah bisa dipastikan, dari 40 sampel yang kita kirim 37 positif. Juga capaian imunisasi di Kota Banjarbaru sudah sekitar 32%. “Jadi kan awal Agustus kita baru mulai dan September ini kita bukan lagi ke sekolah tapi kita sudah masuk ke masyarakat seperti posyandu,” tuturnya.

“Setelah ada kasus itu, langsung ada respon dari orangtua bahkan ada siswa dan santri yang datang langsung untuk minta disuntik vaksin secara mandiri (tanpa menunggu petugas datang ke posyandu atau sekolah) dan untuk ponpes yang masih belum mau dilakukan vaksin kita datangi dan kita ajak diskusi bahwa ini darurat gitu,” pungkasnya.(ana)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: