Mu’adzin Masjidil Haram Asal Madura, Abu Sirri (1); Selama 28 Tahun Adzan, Kini Bangun Masjid

Abusirri (kanan) dan Habib Ali Al Jufri (kiri).
Abusirri (kanan) dan Habib Ali Al Jufri (kiri).

MUNGKIN sebagian besar umat muslim di negeri ini tidak menyangka, bahwa suara adzan nan merdu yang sering berkumandang di Masjidil Haram atau Tanah Suci Makkah adalah suara dari seorang muslim yang ternyata berasal dari Sampang, Madura, Jawa Timur. Dia adalah KH Abusirri bin Sobri. Sejak tahun 1991, suaranya sudah didengar oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia hingga sekarang atau selama 28 tahun.

DENNY SETIAWAN, Mekkah

Tahun 2013 silam, saya menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci Makkah. Kala itu di Makkah, saya diperkenalkan seorang sahabat, Habib Ali Al Jufri asal Probolinggo dengan seorang mu’adzin Masjidil Haram.

Tadinya saya menduga, mu’adzin tersebut memang seorang muslim asli Makkah. Namun setelah bertemu, saya sangat kaget, ternyata dia seorang muslim asal Sampang Madura, Jawa Timur yang bernama KH. Abusirri bin Sobri.

Perjalanan kisah KH Abusirri bin Sobri hingga mendapat kesempatan dan dipercaya menjadi seorang mu’adzin Masjidil Haram pernah saya tulis bersambung di Surat Kabar Harian Radar Banjarmasin.

Abusirri bersama kedua anaknya yang besar di Makkah.
Abusirri bersama kedua anaknya yang besar di Makkah.

Kisahnya hingga dipercaya menjadi mu’adzin sungguh penuh lika-liku dan memilukan. Namun pada akhirnya, dia masih tetap dipercaya menjadi mu’adzin sampai sekarang.

Hubungan silaturrahmi kami tetap berlangsung, walaupun hanya melalui Whatapps.

Kali ini dia mengabarkan, bahwa dari profesi sebagai mu’adzin di Masjidil Haram, dia tidak hanya memboyong istri dan anak-anaknya menetap di Makkah. Tetapi juga mengajak seluruh keluarganya yang lain. Bukan cuma itu, 2 putranya, Abdullah dan Abdurrahman, yang semula masih kecil diboyong ke Makkah, kini sudah menyelesaikan kuliah di Jamiah Umol Qura Makkah.

Baca Juga: Kisah Tiga Sekawan Spesialis Pembaca Alquran di Kuburan

Lebih mengejutkan lagi, selain tentunya bisa melaksanakan ibadah haji berkali-kali bersama keluarga, sejak tahun 2014 dia telah membangun sebuah masjid. Kemudian tepat pada Jumat, 15 Maret 2019 lalu, dia telah meresmikan Masjid Baitur Rohim yang dibangun dengan jerih payah sebagai seorang mu’adzin itu, di kampung halamannya di Dusun Tarogan, Desa Jelgung, Kecamatan Robatal Sampang, Madura Jawa Timur.

Keinginan besarnya untuk mendirikan masjid tersebut bukanlah tanpa kendala. Banyak sekali ujian yang harus dihadapinya, tetapi dapat dilewati. Seperti apa kisahnya, ikuti kelanjutan tulisan ini. (bersambung)

BeritaTerkait

BACA JUGA

No Content Available