Meski Terkatung-katung, Jemaah Umrah Kalsel Tak Ingin Pulang, Masih Berharap Diberangkatkan

Calon Jamaah Umrah dari Kalimantan Selatan saat ini berada di Asrama Haji Pondok Gede berharap diberangkatkan, Selasa (4/9/2022). (Foto:koranbanjar.net)
Calon Jamaah Umrah dari Kalimantan Selatan saat ini berada di Asrama Haji Pondok Gede berharap diberangkatkan, Selasa (4/9/2022). (Foto:koranbanjar.net)

Hampir dua ratus jemaah umrah asal Kalimantan Selatan yang telantar di Ibu Kota Jakarta bersikukuh tak ingin pulang. Mereka masih berharap tetap diberangkatkan oleh pihak travel.

BANJARMASIN, koranbanjar.netPerwakilan jemaah, Mury kepada media ini melalui via telepon, Selasa (4/9/2022) menuturkan, hingga sekarang para calon jemaah umrah PT Travel Naila Syafaah Wisata Mandiri yang tertinggal dan saat ini menginap di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta berharap ingin tetap diberangkatkan menuju tanah suci Makkah melaksanakan ibadah umrah.

“Mereka (jemaah) sampai saat ini tidak ingin pulang, masih berharap diberangkatkan,” ujar Mury dari Madinah Al Munawarah Arab Saudi.

Mury adalah salah satu koordinator jemaah asal Banjarmasin ikut rombongan yang lebih dulu diberangkatkan berjumlah 90 orang.

Mury mengungkapkan, beberapa hari telah lewat komunikasi dengan pihak manajemen Travel Naila Syafaah masih bisa tersambung.

“Pihak manajemen Naila Syafaah berjanji pasti akan memberangkatan jemaah yang tertinggal,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, komunikasi itu terjalin melalui salah satu jemaah bernama H.Rudi yang baru saja bergabung.

Dari chat WhatsApp H.Rudi kepada salah satu pengurus, bahwa Travel Naila Syafaah sedang mengurus tiket supaya bisa memberangkatkan jemaah.

Namun setelah tiga hari dirinya mencoba ingin berkomunkasi kembali menanyakan janji itu, tiba-tiba saja tidak tersambung, nomor telepon yang dihubungi tidak aktif.

Masih dalam cerita Mury, akhirnya H.Rudi mencoba mencari para pimpinan Travel Naila Syafaah, namun hasilnya nihil.

“Pemiliknya bernama Mahfud, Direkturnya si Herman, mereka mencari orang-orang itu semua tetap tidak ketemu,” tuturnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, jemaah juga dibantu salah satu pengacara yang berada di Jakarta.

“Lawyer (pengacara) itu berusaha memfasilitasi supaya bisa berhubungan dengan pengurus-pengurus Naila Syafaah ini,” terang Mury.

Sambung Mury, informasi terakhir didapat dari H. Rudi, setelah menanyakan kepada salah satu petugas Agen Maskapai Garuda bernama Fitri, ternyata masih ada blok seat atau boking tiket dari Travel Naila Syafaah sampai Januari 2023.

“Hanya ini coba diperjuangkan pak Rudi, tetapi belum diketahui apakah sudah ada pembayaran masuk ke agen,” ucapnya.

Apakah bisa dijadwal ulang, imbuh Mury, berapa jumlahnya blok seat sampai keberangkatan Januari itu.

“Jadi belum diketahui apakah berapa ratus, atau ribu tiket yang diboking sampai keberangkatan bulan Januari itu,” ungkapnya.

Sungguh membuat hati terenyuh, Mury berucap, hingga saat ini jemaah masih sangat berharap bisa berangkat menuju Makkah dan Madinah  untuk melaksanakan ibadah umrah.

“Sementara untuk makan minumnya bagaimana, kita tidak tahu,” tuturnya lirih. (yon/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *