BNN

Meski Jembatan Alalak Baru Diujicoba, Tetapi Sudah Bisa Menghemat Waktu Perjalanan

  • Bagikan
Jembatan Alalak l di Kota Banjarmasin, Kalsel. (foto: faqih)
Jembatan Alalak l di Kota Banjarmasin, Kalsel. (foto: faqih)

Meski Jembatan Alalak atau Jembatan Ading Basit di Kota Banjarmasin, Kalsel belum diresmikan, melainkan baru tahap ujicoba operasional, tetapi sudah disambut masyarakat Kota Banjarmasin dan Kabupaten Batola dengan gembira. Karena dapat menghemat waktu perjalanan menjadi semakin singkat.

BATOLA, koranbanjar.net – Jembatan Alalak I yang menjadj penghubung antara Kabupaten Barito Kuala dan Kota Banjarmasin yang semula ditunggu-tungu masyarakat agar bisa dilintasi, kini sudah bisa dinikmati.

Masyarakat yang sedang melakukan perjalanan tidak perlu khawatir lagi terjebak macet.

Jembatan Alalak II yang biasanya selalu macet, kini dapat dilintasi dengan lempang, dan karena tidak ada lagi kemacetan lalu lintas.

Warga Keladan Kabupaten Batola, Hadri (22) saat berpergian ke Banjarmasin mengatakan, “Ini sangat memudahkan warga untuk berpergian, apalagi bagi roda empat, sangat membantu sekali, biasanya waktu yang harus ditempuh itu sekitar satu jam, alhamdulillah sekarang gak sampe 30 menit udah tiba di Kayu Tangi,” katanya.

Jalan Cemara Ujung tidak ada lagi kemacetan. (foto: faqih)
Jalan Cemara Ujung tidak ada lagi kemacetan. (foto: faqih)

Hal senada juga diungkapkan warga Alalak, Zahar (25). “Alhamdulillah, warga bisa berkesempatan melewati jembatan ini, sebelumnya tidak bisa kami lewati,” ujarnya.

Walaupun ada yang senang dengan ujicoba operasional jembatan Alalak l ini, namun tidak bagi sopir angkutan umum dan truk yang mengaku kecewa. Karena tidak bisa melewati jembatan ini.

Sopir truk Ahmad Rafi’i kepada koranbanjar.net, Selasa (28/9/2021) mengatakan, sungguh sangat disayangkan mobil truk tidak bisa melewati jembatan ini. “Kami selalu membayar pajak dan sudah lama sekali melewati jalan yang rusak,” katanya.

“Muatan barang-barang yang kami bawa ini ‘kan membantu masyarakat, entah itu bahan pokok atau bahan bangunan. “Kapan ini dibuka secara resmi,” tutupnya.(mj-39/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 3 =