Baznas

Menyedihkan Sekali, Zainudin Lumpuh selama 6 Tahun

  • Bagikan

PELAIHARI – Zainudin (23), warga Desa Batakan Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut, hanya bisa terbaring di atas tempat tidur di dalam kamarnya, sebuah rumah sederhana milik orang tuanya selama lebih dari 6 tahun, lantaran mengalami kelumpuhan.

Kelumpuhan Zainudin, akibat kecelakaan yang dialaminya tahun 2012 lalu, kala sepeda motor yang diboncengnya bersama temannya hilang kendali menabrak semak-semak dan sepeda motor tersebut menindih bagian belakang tubuhnya hingga mengakibatkan tulang belakangnya retak.

Meski sempat dilakukan operasi tahun 2012 lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, namun tetap memupuskan harapannya untuk bisa kembali berjalan seperti semula. Bahkan, akibat kelumpuhannya tersebut turut memupuskan harapannya untuk bisa mengikuti ujian akhir sekolah menengah pertama di MTs Attohiriah Desa Batakan.

Zainudin sempat optimis bisa sembuh dari lumpuhnya saat keyakinan dari tim medis dokter RSUD Ulin Banjarmasin yang melakukan operasi memastikan dengan jalan operasi akan membuatnya bisa kembali berjalan, namun hingga 6 tahun paska operasi dirinya tak kunjung sembuh.

Harapannya bisa sembuh semakin tidak jelas setelah sang ayah yang selalu sabar merawatnya akhirnya meninggalkannya selamanya akibat meninggal dunia tahun 2015, hingga membuatnya hanya tinggal bersama ibunya, Nur Asiah dan kakaknya, Ida yang merawatnya di rumah tanpa ada upaya untuk menyembuhkan lantaran keterbatasan biaya.

Bahkan lebih parah, bukan membaik justru kondisi Zainudin malah memburuk. Kini giliran kedua kakinya menjadi semakin mengecil hingga bagian pahanya tinggal sebesar lengan.

Zainudin mengaku sangat menginginkan untuk sembuh dari lumpuhnya agar bisa kembali beraktivitas, lebih lagi bisa bekerja dan tidak menjadi beban keluarganya seperti sekarang.

“Saya sangat ingin bisa sembuh dari lumpuh biar bisa bekerja dan bantu keluarga, kalau saya tidak sembuh saya malah jadi beban keluarga, sedangkan bapak sudah tidak ada,” ucapnya sedih.

Berbagai pengobatan tradisional sudah banyak dilakukannya bersama keluarga bahkan diingatnya hingga dengan metode panggang badan, namun juga tak ada hasil.

“Dulu waktu bapak ada sering dibawa berobat tradisional, bahkan sampai dengan metode pengobatan yang aneh, saya berbaring di atas tempat tidur yang di bawahnya ada api yang menyala seperti orang memanggang ikan,” ceritanya.

Zainudin hanya bisa berharap ada pihak lain, terutama pemerintah bisa membantunya untuk berobat agar bisa sembuh.

“Sekarang saya hanya bisa berharap pemerintah mau membantu saya untuk berobat, karena mengharap dari keluarga tidak punya apa-apa hanya cukup untuk makan dan membiayai kedua adik saja,” terangnya.

Zainudin sempat mendapat bantuan kursi roda dari Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2015 lalu, namun itu tidak cukup membantunya karena yang diharapkannya adalah kesembuhan dari lumpuh bukan memastikannya sebagai orang cacat, karena keyakinan dan semangatnya selama masih ada niat dan usaha maka masih ada harapan untuk sembuh.

“Ada bantuan dari pemerintah berupa kursi roda untuk saya, tapi bukan bantuan sebagai orang cacat yang saya inginkan tapi bantuan agar saya tidak cacat lagi, karena saya yakin selama masih ada niat dan usaha maka harapan akan selalu ada,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut, Junaidi saat dikonfirmasi mengaku akan mengarahkan UPT Puskesmas setempat untuk turun mendatangi rumah pasien untuk melihat kondisinya.

Junaidi juga sementara tidak berani berspekulasi mengatakan kalau penanganan operasi yang dilakukan tim dokter RSUD Ulin Banjarmasin tersebut gagal.

“Terkait hasil operasi pasien saya tidak berani berspekulasi mengatakan ini gagal atau tidak, silakan langsung tanyakan ke pihak yang melakukan operasi yaitu tim medis di rumah sakit,” ucapnya.

Namun, Junaidi berjanji kalau pasien memang ada keinginan untuk sembuh dan ingin berobat, pihaknya sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut akan memfasilitasi untuk pasien mendapatkan pelayanan medis, dan untuk biaya lainnya di luar dari tanggungan jaminan kesehatan BPJS maupun SKTM, maka nanti akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut.

“Untuk masyarakat Tanah Laut yang membutuhkan pelayanan kesehatan, apakah itu di puskesmas atau rumah sakit di Kabupaten, Propinsi hingga rumah sakit yang ada di daerah Jawa, apabila pasien tidak mampu dan bukan menjadi peserta BPJS kesehatan, semua biaya ditanggung Pemerintah Daerah dan Pemerintah Propinsi, jadi tidak ada alasan masyarakat yang mau membutuhkan pelayanan tidak bisa tertangani disebabkan karena pembiayaan kesehatan, yang jadi masalah biasanya adalah biaya lainnya, ini nanti bisa dibantu oleh Dinas Sosial,” jelasnya.(pri)

 

  • Bagikan