Mengintip Penghasilan Nelayan di Sungai Martapura, Bisa Dapat Rp350 Ribu per Hari

  • Bagikan
Aktifitas mencari ikan di Sungai Martapura. (foto: koranbanjar.net)

Menjadi seorang nelayan atau pencari ikan di sungai, sekilas terdengar remeh. Namun siapa sangka, mencari ikan di Sungai Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan justru memberikan peluang hasil yang cukup menggiurkan. Seperti yang dirasakan seorang nelayan, Juhri asal Desa Paku Alam, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar ini.

BANJAR, koranbanjar.net – Sudah beberapa hari terakhir ini, Juhri asal Desa Paku Alam, Kecamatan Sungai Tabuk sangat giat mencari ikan di Sungai Martapura. Pasalnya, dari hasil mencari ikan dengan menggunakan jaring, dia bisa meraup penghasilan antara Rp200 hingga Rp350 ribu per hari.

Jumat kemarin, (26/03/2021) sekitar pukul 14.45 wita, Juhri tampak sibuk memisahkan ikan-ikan hasil tangkapannya dari jaring yang terbuat dari nelon di perahu kecilnya yang mengapung di atas Sungai Martapura.

Dengan topi purun (topi khas Banjar, red) melekat di kepala untuk menutup wajahnya dari sengat matahari, dia asik menunduk mengamati satu-persatu ikan sungai yang masih segar. Ada ikan riu, baung serta beberapa jenis ikan lainnya.

Nelayan asal Desa Paku Alam, Juhri. (foto:koranbanjar.net)

Ketika koranbanjar.net menghampiri, dia hanya menoleh sebentar, kemudian terus melanjutkan pekerjaannya memilah ikan-ikan itu dari jaring. Begitu pula saat ditanya soal aktifitasnya itu, dia hanya sesekali menjawab dengan singkat. Termasuk soal hasil tangkapan ikannya,

“Sehari bisa dapat antara 15 kilogram sampai 20 kilogram. Kemudian ikan saya jual ke ke pengepul dengan harga Rp20 ribu per satu kilogram,” ucapnya.

Itu artinya, bila dia memperoleh ikan sebanyak 15 kilogram, maka dia bisa meraup hasil Rp300 ribu, sedangkan jika jumlahnya mencapai 20 kilogram, maka dia mendapatkan uang sebanyak Rp400.000.

“Alhamdulillah…sudah empat hari ini ikannya selalu banyak. Sehari bisa dapat duit Rp200, bisa juga Rp350 ribu,” ungkapnya.(mj-32/sir)

 

 

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *