Baznas

Mengenali Berita yang Benar atau Hoax, Berikut Tipsnya…

  • Bagikan

PALANGKA RAYA, KORANBANJAR.NET- Ada cara sederhana yang bisa diterapkan pembaca untuk menyaring mana berita yang benar dan mana berita hoax di media online dan media sosial. Salah satunya, meneliti kelengkapan unsur 5 W+1 H yang terkandung di dalam berita yang disebarluaskan.

“Berita yang benar harus selalu didasari fakta. Fakta tersebut terkandung dalam unsur berita 5 W+1 H. Jika unsur tidak lengkap, maka kebenaran berita itu patut dipertanyakan,” kata konsultan jurnalistik, H Sutransyah, saat memberi paparan pada kegiatan sosialisasi “Cerdas Menggunakan Media Sosial”, di Aula Akademi Kebidanan (Akbid) Betang Asi, Senin (16/4) pagi.

Manurut Ketua PWI Kalteng ini, unsur 5W+1H tersebut antara lain, What, Who, When, Where, Why, dan How.

“Unsur pertama, What, atau apa inti peristiwa yang disampaikan dalam berita. Kedua, Who atau siapa saja yang terlibat di dalamnya. Ketiga When atau kapan peritiwa itu terjadi. Keempat, Where atau dimana peristiwa itu terjadi. Kelima Why atau apa penyebab peristiwa tersebut terjadi. Sementara terakhir, How atau bagaimana kronologis kejadian itu,” urai mantan Ketua Umum HMI dan KAHMI Wilayah Kalteng ini.

Menurut Sutran, keenam unsur berita itu wajib dipenuhi pembuat berita atau wartawan. Dengan demikian, keabsahan informasi bisa dinilai sendiri oleh pembaca.

Kondisi yang banyak terjadi saat ini, lanjut Sutran yang juga Ketua Bidang Media Massa, Humas, dan Sosialisasi Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalteng tersebut, justru sebaliknya.

Banyak pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan hoax lewat linimasa demi kepentingan tertentu. Publik atau pembaca harus cerdas memilah berita bohong ini, salah satu caranya dengan mengecek apakah unsur berita 5 W+1 H nya.

“Sudah lengkap dijelaskan atau tidak. Jika berita tidak  jelas menyebutkan kapan kejadiannya, siapa saja yang terlibat di dalamnya, dimana kejadiannya, maka berita semacam ini potensial merupakan hoax,” tegasnya.

Selain Sutransyah, kegiatan ini juga menampilkan dua nara sumber lain, Dr Jhon Retei Alfri Sandi yang merupakan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISIP Universitas Palangka Raya, dan Aristoteles SH MHum Desen Fakultas Hukum UPR.

Kegiatan yang diprakarsasi Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Kalteng itu, diikuti peserta mahasiswi Akbid Betang Asi Palangka Raya.

Kabid Humas Polda Kalteng,  AKBP H Pambudi Rahayu, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir penyebaran berita hoax di masyarakat, khususnya generasi muda.(yb/foto: sutran/ banuapost.com/ Grup Koran Banjar)

  • Bagikan