Memasuki PHBI, Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga HST Harap Bisa Gelar Tiap Hari

PHBI, Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten HST. (foto: ramli)
PHBI, Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten HST. (foto: ramli)

Memasuki Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), bulan Rabiul Awal yang merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, berbagai kalangan masyarakat memiliki beragam cara dalam memperingati momen istimewa itu.

BARABAI, koranbanjar.net – Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) peringatan maulid sangat meriah, hampir di setiap desa menggelar syukuran dari tanggal 1 sampai 30 Rabiul Awal.

Menurut pengurus Handil Maulid asal Barabai, Ahmad Faisal saat ditemui di rumahnya, Jumat  (3/9/2021), sebulan penuh setiap malam kelompoknya mendapatkan undangan peringatan maulid.

“Kalau mau mengadakan acara di kampung, kami membagi undangan ke handil-handil di desa tetangga untuk menghadiri acara peringatan maulid ini, membagi undangan biasanya dilakukan sejak satu hingga dua bulan sebelum acara pelaksanaan,” ujar Faisal.

Namun sejak tahun lalu, imbuhnya, kegiatan seperti ini tidak bisa dilaksanakan karena pandemi, berharap tahun ini bisa dilaksanakan walaupun undangan belum disebar, masih ada waktu satu bulan.

“Kegiatan yang diselenggarakan hampir semua desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ini dilaksanakan hampir sebulan penuh, mulai tanggal 1 di desa ini, tanggal 2 di desa itu, dan seterusnya, sampai sebulan penuh di bulan Rabiul Awal,” ucapnya.

Banyak masyarakat menuai pro dan kontra tentang pelaksanaan maulid terbatas tahun lalu, tahun ini pun masyarakat juga banyak yang berharap acara tahunan ini dapat dilaksanakan.

Warga Barabai, Hipni yang juga anggota Maulid Habsy di Barabai mengatakan, “aneh memang kalau tahun ini masih dibatasi untuk kegiatan maulid yang setahun sekali dilaksanakan, resepsi perkawinan masih saja dapat dilaksanakan masak Maulid Nabi tidak bisa terlaksana,” ujarnya.

Menanggapi celoteh masyarakat, Anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Yajid Fahmi menyatakan, idealnya kalau resepsi pernikahan  dan kegiatam umum lainya tidak ada pembatasan, baik untuk maulid juga tidak ada pembatasan, sebab resepsi pernikahan yang datang pasti lebih banyak dibanding maulid, rasanya sudah saatnya untuk dimulai, apalagi HST sudah berada di PPKM Level 3,” ujarnya.(mj-41/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *