BANJARMASIN, koranbanjar.net – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sering terjadi di Kalsel, baik terjadi secara tak sengaja karena alam maupun disengaja oleh para oknum yang melakukannya. Di sinilah peran masyarakat dalam menanggulangi bencana tersebut, yang dibahas dan diadakan oleh Netizen NU Kalsel di gedung NU Kalsel, Jl A Yani Km12,5 pada Sabtu (27/7/2019).
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel Sahruddin, mengenai penanggulangan bencana yang terjadi di daerah kalsel sudah diper siapkan. Bila ada yang melanggar akan dikenakan pelanggaran Perda Kalsel serte melibatkan peran masyarakat terhadap bencana
“Untuk penanggulangan bencana yang sering terjadi di Kalsel perlu peran masyarakat. Apalagi musim kemarau terjadi sampai Agustus menurut Badan Meteorologi dan Klimitologi, Geofisika atau BMKG. Perannya sama-sama menjaga dan mencegah bencana tersebut, bila tidak sanggup, telpon langsung BMKG, bila ada yang melakukan membakar lahan akan dikenakan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2008, kurungan 6 bulan dan denda 50 juta rupiah,” ujar Kabid Pencegahan dan Penanggulangan, Sahruddin kepada koranbanjar.net ketika kegiatan diskusi panel.
Ditempat sama Desi, dosen Akademisi Perencanaan Universita Nahdlatul Ulama (UNU) Kalsel, Peran masyarakat sendiri mengenai terjadinya Karhutla akan terjadi kekeringan.
“Peran masyarakat sendiri yang akan terjadi bencana seperti karhutla yang akan menimbulkan kekeringan di sekitar karhutla. “Jadi untuk masyarakat mencegah hilangkan pemantik dari bencana?” ujar dosen akademisi UNU Kalsel kepada koranbanjar.net ketika disela-sela acara panel diskusi. (mj-22/dya)