oleh

Mahasiswa Farmasi Dikecewakan DPRD Kalsel, Tak Bisa Masuk Dan Ditemui Satu Wakil Rakyat

BANJARMASIN, koranbanjar.net- Sebanyak 300 mahasiswa dari Aliansi mahasiswa Farmasi Kalimantan Selatan mengaku kecewa atas sikap anggota DPRD Kalsel yang tidak memperbolehkan memasuki rumah sendiri.

“Kami sangat kecewa, artinya kami sebagai rakyat harusnya bisa masuk ke rumah sendiri, namun dihalang-halangi,” ungkap seorang orator yang ditemui koranbanjar.net usai menggelar demo di depan kantor DPRD Kalsel, Selasa (12/11/2019).

Lanjut ia menjelaskan, banyaknya anggota DPRD Kalsel sebanyak 55 anggota, namun menemui hanyalah satu orang.

“Alasannya banyak yang lagi reses, turun ke dapil masing-masing, namun ini menjadi kekecewaan kita sendiri, maka dari itu jika era kefarmasian tidak dibawa, kami akan turun kembali ke jalan lagi,” ujarnya.

Ia menuturkan paling lama satu bulan menunggu kepastian dari DPRD Kalsel, namun jika tidak ada kepastian ia memastikan akan kembali datang.

Sebelumnya, anggota DPRD Kalsel Lutfi Syaifuddin mengaku memperbolehkan perwakilan hanya 15 orang boleh masuk, namun mereka enggan masuk karena hanya diperbolehkan beberapa saja.

“Jadi kami meminta maaf harus di jalan seperti ini menyampaikannya, kami harap adik-adik bisa mengerti,” tandasnya.

Pantauan koranbanjar.net, puluhan mahasiswa ini membubarkan diri usai mendapatkan tanda tangan komitmen dari Luthfi Syaifuddin pada pukul 10.53 Wita. (ags/dya)

Komentar

Jangan Lewatkan