LP Perempuan Diisi Berjubel, Kapasitas 100 Diisi 386 Orang

BANJARMASIN, KORANBANJAR.NET – Ruang tahanan untuk Lembaga Permasyarakatan Perempuan (LPP) di Lapas Kelas IIA Martapura yang berada di Tanjung Rema Darat, Kota Martapura, ternyata kini terisi dengan jumlah tahanan yang berjubel.

Ruang tahanan untuk perempuan itu mestinya hanya berkapasitas 100 orang, namun terisi sebanyak 386 orang atau dua kali lipat lebih dari semestinya.

Sementara Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Banjarmasin berisi 239 anak, tahanan dewasa 187 orang dengan kapasitas ruang untuk 210 orang.

Data tersebut terungkap saat Kementerian Hukum dan HAM Kalsel melaksanakan acara peletakkan batu pertama pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Banjarmasin di Tanjung Rema Darat Martapura.

Peletakkan batu pertama dilakukan Kepala Kanwil Kemenkumham, Ferdinand Siagian, yang disaksikan para Kepala UPT Pemasyarakatan terdekat, wilayah Banjarmasin dan Martapura serta para tokoh masyarakat bersama undangan instansi terkait, tepatnya bersebelahan dengan Rupbasan Kelas I Banjarmasin, Jum’at (10/07/2018) lalu.

Proses pembangunan LPKA Kelas I Martapura dimaksudkan untuk mengatasi overkapasitas yang terjadi di Lapas Perempuan (LPP) Kelas IIA Martapura, rencana gedung lama akan ditempati LPP tentunya menjadi lebih besar kapasitasnya dari gedung sebelumnya.

Sedangkan gedung LPKA yang baru didesain sebagai sarana pendidikan layaknya universitas dengan dilengkapi ruang belajar dan asrama tanpa ada jeruji, mengingat pola pembinaan pada LPKA berbeda dengan Lembaga Pemasyarakatan pada umumnya.

Ferdinand Siagian mengharapkan pelaksanaan pekerjaan bisa tepat waktu dan tepat kualitas serta tepat anggaran, selain itu dengan dibangunnya UPT baru di Kalsel akan mengatasi permasalahan overkapasitas.

“Adapun penyedia pelaksana PT. PARTNER KEMENANGAN dengan masa pekerjaan 150 hari kerja dimulai dari 16 juli 2018 sampai dengan 12 Desember 2018 dengan nilai kontraknya Rp 11.870.651.000,” ujarnya.(sai/sir)