oleh

Lonjakan Covid-19 Diprediksi Usai Lebaran, Kantong Mayat Dan Peti Disiapkan

Usai lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1441 H, jumlah orang terkonfirmasi positif Virus Corona (Covid-19) diprediksi penularan melonjak. Maka dari itu, pengambilan langkah sudah disiapkan guna mengantisipasi lonjakan seperti ratusan kantong mayat dan peti jenazah, serta ribuan rapid test dan reagen untuk test swab oleh Tim Gugus Tugas P2 Covid-19 Kalsel.

BANJARBARU, koranbanjar.net – Hal itu disampaikan, Wakil Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan dan penanganan Covid 19 Kalsel Hanif Faisol Nurofiq, Kamis (21/5/2020) siang.

“Kita tak bisa berbuat apa-apa, selain melakukan imbauan. Berharap, masyarakat bisa patuh. Lonjakan kasus terkonfirmasi positif, beberapa hari terakhir sudah mulai terasa terbukti dengan penambahan yang cukup signifikan,” ujar Hanif, disela Evaluasi Pelaksanaan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), di Kantor BPBD Provinsi Kalsel.

“Lonjakan kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalsel sudah mulai terasa. Karena dalam beberapa hari ini, terjadi penambahan yang cukup signifikan sehingga mencapai angka 548 kasus,” kata Hanif disela Evaluasi Pelaksanaan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), di Kantor BPBD Kalsel, Banjarbaru.

Antisipasi yang dilakukan, antara lain menambah kapasitas layanan fasilitas kesehatan. “Di RSUD Ulin Banjarmasin, kita akan tambah tempat tidur. Semula, hanya 1 kamar 1 kasur kini ditambah menjadi 2 kasur,” lanjutnya.

Menurutnya, lonjakan kasus perlu dihadapi dengan target menyediakan seribu kasur yang terbagi di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di Kalsel.

 

Baca juga;

Seperti RSUD Ulin Banjarmasin, RS Mochamad Ansari Saleh, RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin,RS Boejasin, RS Bhayangkara, RSUD Hasan Basry Kandangan, dan RSUD Idaman Banjarbaru.

“Fasilitas karantina khusus, juga akan ditambah. Sebab, tempat karantina khusus Covid-19 di Kampus II BPSDM di Jalan Ambulung dan Gedung Bapelkes sudah penuh. Saat ini, sedang dipersiapkan ruang karantina di Kampus I BPSDMD Kalsel di Jalan Panglima Batur,” ungkapnya.

Bahkan, 500 kantong mayat dan 200 peti jenazah telah disiapkan. Selain itu, tempat pemakaman antisipasi apabila terjadi penolakan di tengah masyarakat.

“Deteksi dini, terhadap kasus Covid-19 juga sudah siapkan 60 ribu rapid test dan 5 ribu reagen untuk test swab,” bebernya.

Hanif mengaku, semua akan sulit terwujud apabila tanpa dukungan dan peran serta masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.Terutama, dalam menjaga jarak, tidak membuat perkumpulan, melakukan physical distancing, dan berperilaku hidup bersih dan sehat. (ykw/maf)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: