Pihak Inhutani II angkat bicara terkait penutupan lintasan jalan setempat, yang digunakan PT Bersama Sejahtera Sakti (BSS) dan diduga merambah hutan produksi (HP) sehingga membuat Aliansi Pemuda Kotabaru (APK) lakukan aksi demo.
KOTABARU, koranbanjar.net- Pihak PT Inhutani II mengatakan, terkait aksi APK yang menutup jalan perbatasan PT BSS dan Inhutani, diduga masuk dalam kawasan hutan produksi itu, pihak PT Inhutani II belum mengetahui informasi terkait penutupan jalan tersebut.
Saat dikonfirmasi, General Manager PT Inhutani II di Kotabaru, Benar Firmansyah mengatakan, sampai saat ini belum mengetahui informasi terkait penutupan itu.
Memastikan ini, pihaknya harus kroscek lebih dulu. Namun ia mengatakan jalan itu memang benar jalan produksi Inhutani dulu.
Sedangkan untuk persoalan itu, ia mengatakan harus dipastikan terlebih dahulu, apakah memang masuk hutan produksi (HP) atau di kawasan area penggunaan lain (APL).
“Kalau di APL, bukan kewenangan kita,” ujar Firmansyah.
Berkenaan dengan dugaan adanya perambahan, atau overlap PT BSS juga dibenarkan Firmansyah. Namun ia mengatakan proses tersebut sudah berjalan lama.
“Prosesnya sudah lama sekali. Tapi, kita di sini belum tau sampai di mana kelanjutannya,” pungkas Firmansyah
Sementara itu, pihak PT BSS, Pugu Sugiharto saat dikonfirmasi melalui via nomor telepon pribadinya, belum juga ada jawaban terkait persoalan tersebut. (cah/dya)