oleh

LAKPL Kalimantan Selatan Diundang ke Istana Negara

JAKARTA,koranbanjar.net – Selain Kesultanan Banjar yang mendapatkan undangan kenegaraan dari pemerintah pusat untuk menghadiri detik-detik Dirgahayu ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI, Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut (LAKPL) Kalimantan Selatan juga diundang merayakan hari kemerdekaan Bangsa Indonesia di Istana Merdeka di Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Undangan kehormatan bagi LAKPL ini dipenuhi Ketua LAKPL Haji Gusti Rendy Firmansyah SE MM yang berkumpul bersama dengan para undangan lainnya, termasuk utusan kerajaan dan kesultanan se-nusantara.

Ditemui koranbanjar.net usai mengikuti upacara memperingati HUT ke-74 RI, Gusti Rendy menuturkan, LAKPL bermula terbentuk berbekal dari visi pelestarian dan pengembangan adat dan budaya lalu berdirilah LAKPL di Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru tertanggal 25 Maret 2017.

Hal ini berdasarkan pula Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pedoman Fasilitasi Organisasi Kemasyarakatan Bidang Kebudayaan, Keraton dan Lembaga Adat dalam Pelestarian dan Pengembangan Budaya Daerah.

Di dalam perjalanannya LAKPL mulai melaksanakan kiprah budaya dan sejarah dengan ikut bergabung organisasi di pusat, Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) diketuai Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat.

Kiprah LAKPL di tahun 2018 menerima bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk penyusunan buku sejarah Kerajaan Pualu Laut. Lalu, di tahun 2019 difasilitasi Kemendikbud melaksanakan even kesejarahan dalam bentuk seminar sejarah, lawatan sejarah dan penulisan artikel Kerajaan Pulau Laut.

“Atas nama juriat maka saya sangat menyambut baik masukan positif oleh pemerintah pusat tentang sejarah kerajaan di nusantara dan di Kalimantan Selatan,” kata Gusti Rendy.

Lelaki berdarah bangsawan dari raja pertama Kerajaan Pulau Laut, Pangeran Jaya Sumitra ini menyatakan, penghargaan oleh pemerintah pusat ini telah terbukti pada kurun sekarang LAKPL diantaranya diundang memperingati HUT ke-74 RI di Istana Merdeka Jakarta. “Ini sudah kedua kalinya kami diundang dan bisa hadir pada 2018 dan 2019,” imbuh dia.

Harapannya, mengajak seluruh juriat seni budaya, sejarah berbasis kerajaan atau kesultanan, organisasi pelestari budaya untuk bersama-sama semakin memajukan adat istiadat dan kebudayaan banua Kalimantan Selatan.

“Kita bisa mengenalkan pariwisata melalui even budaya, baik di laksanakan tingkat pusat dan daerah sehingga sinkronisasi terjadi antara pemerintah pusat dan bukti sejarah yang dapat diperkenalkan kepada generasi muda penerus bangsa untuk lebih mengenal dan mengetahui sejarah dan budaya,” paparnya. (dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: