Korpri Kabupaten HSS Akan Adakan Lomba Menyanyi Untuk ASN

Dokomentasi kegiatan yang sama di tahun 2018 yang lalu (sumber foto : Iwan Sanusi/koranbanjar.net)

Perlombaan menyanyi untuk ASN di ruang lingkup pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, akan digelar oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Dewan Pengurus Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

HULU SUNGAI SELATAN,koranbanjar.net – Dalam Rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang ke 72 dan Hari Ulang Tahun KORPRI yang ke 51, Dewan Korpri Kabupaten Hulu Sungai Selatan menggelar perlombaan menyanyi yang diikuti oleh ASN di ruang lingkup Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Korpri Dewan Pengurus Kabupaten Hulu Sungai Selatan meminta kepada semua perangkat daerah dan instansi vertikal untuk berpartisipasi mengikuti lomba tersebut dengan mengirimkan peserta dua orang terdiri dari satu putra dan putri.

Panitia pelaksana kegiatan, Iwan Sanusi saat di konfirmasi koranbanjar.net, Selasa (15/11/2022) malam mengungkapkan untuk peserta berasal dari organisasi perangkat daerah dan juga instansi vertikal.

“Untuk PGRI, instansi vertikal, Puskesmas per kecamatan, masing-masing hanya boleh mengirimkan satu orang utusan, sedangkan untuk instansi mengirim dua orang satu laki-laki dan satu perempuan” ujarnya.

Dalam hal tersebut Iwan juga membeberkan untuk lagu yang dibawakan sudah ditentukan oleh panitia pelaksana kegiatan.

“Lagu pilihan yang harus dipilih peserta wanita di antaranya, cindai, Nirmala, Wulan merindu, laksmana raja di laut, terbelenggu rindu, laila canggung, cinta hanya sekali dan japin Melayu, sedangkan untuk laki-laki lagu yang harus dipilih ialah fatwa pujangga, semalam di Malaysia, termenung, surga di telapak kaki ibu, diambang sore, yale-yale, khayalanku, sekedar bertanya dan kesunyian jiwa,” ujar Iwan.

Kegiatan yang bertemakan “Lomba Nyanyi Solo Irama Melayu, Memeriahkan Hari Jadi ke -72 Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan HUT Ke-51 Korpri Tahun 2022” tersebut memiliki ketentuan yang harus peserta ketahui.

Masing-masing peserta membawakan satu lagu, lagu yang dibawakan saat babak penyisihan harus berbeda dengan lagu yang dibawakan pada babak grand final nantinya.

“Bagi peserta diusahakan untuk.mencari lagu yang sulit dengan banyak tantangan seperti cengkok dan nada tinggi, dan diusahakan untuk peserta bisa melakukan improvisasi minimal lirik lagu,” tutup iwan.

Kegiatan tersebut belum disebutkan kapan digelar, panitia masih melakukan tahap pendaftaran yang secara gratis.

(mdr/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *