Korban Tewas Akibat Gempa Lombok jadi 16 Orang

LOMBOK – Korban tewas akibat gempa 6,4 SR yang mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya bertambah menjadi 16 orang, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis Senin (30/7).

Korban meninggal dunia termasuk satu orang pendaki atas nama Muhammad Ainul Muksin asal Makassar. Pendaki berusia 26 tahun itu meninggal karena tertimpa longsoran karena tertimpa material longsor di jalur pendakian Gunung Rinjani.

Jumlah korban tewas terbanyak, menurut data BNPB, berada di Kabupaten Lombok Timur, yaitu 14 orang, sedangkan di Lombok Utara 4 orang meninggal dunia. Sebanyak 355 orang mengalami luka berat dan ringan di kedua kabupaten.

BNPB telah mengirimkan bantuan logistik dan peralatan seberat 15 ton, yang terdiri antara lain tenga pengungsi, tenda keluarga, genset, matras dan makanan siap saji. Hingga hari ini, tercatat 2.663 jiwa mengungsi di Kabupaten Lombok Timur dan 2.478 jiwa mengungsi di Kabupaten Lombok Timur.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sudah menetapkan status Tanggap Darurat Penanganan Bencana selama 5 (lima) hari, sejak 29 Juli hingga 2 Agustus.

Proses evakuasi para pendaki yang tertahan di kawasan Gunung Rinjani juga masih dilakukan. Menurut data BNPB, diperkirakan masih ada 689 pendaki asing dan domestik yang tertahan di Gunung Rinjani, baik yang masih terjebak di KM 10 Jalur Sembalun maupun di kawasan Batu Ceper.

Sebanyak 184 petugas dalam tim gabungan dari Taman Nasional Gunung Rinjani, TNI, Polri, Basarnas, tenaga medis dan relawan sudah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.(ft/au/voaindonesia.com)