Kondisi Makam Sultan Adam Memprihatinkan, Dana Hibah Dari Pemkab Banjar Tak Kunjung Turun

Makam Sultan Adam di Kota Martapura. (Foto: Wikipedia)
Makam Sultan Adam di Kota Martapura. (Foto: Wikipedia)

Pengurus Yayasan Sultan Adam mengaku sampai sekarang tidak ada dana hibah dari Pemkab Banjar yang dikucurkan untuk merenovasi Makam Sultan Adam di Jalan Sultan Adam, Kota Martapura, meski pihak Yayasan Sultan Adam sudah mengajukan permohonan ke Pemkab Banjar.

MARTAPURA, koranbanjar.net Bangunan makam Sultan Adam terlihat sudah mengalami keretakan yang cukup parah, bahkan setiap turun hujan, air akan masuk ke area makam yang dapat mengganggu peziarah.

Pengurus Yayasan Sultan Adam sudah merencanakan perbaikan makam ini, dengan menggunakan dana hibah dari Pemkab Banjar tahun 2023 lalu.

Selain untuk memperbaiki area makam, rencananya dana hibah juga akan digunakan untuk kegiatan lain, seperti Haul Sultan Adam dan kegiatan Hari Asyura.

Namun rencana itu kini hanya tinggal rencana, pasalnya dana hibah tersebut hingga kini belum diterima Bendahara Yayasan Sultan Adam.

Sekretaris Yayasan Sultan Adam, Gusti Andre menuturkan ia sudah berkoordinasi dengan bendahara Yayasan, sampai hari ini tidak ada dana hibah yang masuk ke rekening Bendahara Yayasan Sultan Adam, yang dipegang Andi Fitri.

Bahkan pihaknya mengaku tidak pernah menerima surat pemberitahuan tentang perubahan waktu dan tanggal pencairan dana hibah dari Disbudporapar Kabupaten Banjar.

Andre berharap, Pemkab Banjar bisa merealisasikan perbaikan kubah Sultan Adam. Tidak kalah penting di sana juga terdapat Makam Pahlawan Nasional Gubernur pertama Kalimantan yakni, Pangeran Muhammad Noor.

“Setelah kami cek tadi dengan Pengurus, dalam hal ini Bendahara Yayasan Sultan Adam, saya konfirmasi bahwa sampai sekarang dana hibah tersebut belum turun, saya khawatir jangan sampai dana tersebut dalam tanda kutip digunakan oknum tertentu,” kata Gusti Andre.

Sementara itu mengutip INews Kalsel, Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Banjar M Syahid dalam keterangannya menjelaskan, gagalnya pencairan dana hibah untuk Yayasan Sultan Adam lantaran kurangnya administrasi dari pihak Yayasan, padahal pihaknya sudah memberikan surat pemberitahuan secara tertulis.

“Jadi berkasnya itu dibenarkan dulu lah, diselesaikan dulu lah, supaya bisa diselesaikan proses hibahnya, kalau SK Bapak Bupati sudah, tapi justru karena itu tidak direspon lagi, tidak ada yang datang, sampai ke Desember kita sudah tutup buku,” jelas M Syahid dalam wawancaranya.

Semula Yayasan Sultan Adam meminta dana hibah sebesar Rp300 juta untuk perbaikan makam serta kegiatan lain, namun yang disetujui Pemkab Banjar dana hibah untuk Yayasan Sultan Adam hanya sebesar Rp31 juta. (yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *