Kisah Penjual Bunga “Kuburan” Selama 40 Tahun, Bila tak Laku, Bunga pun Layu

SUNGGUH menyayat hati. Ibu tua ini duduk di tengah himpitan pedagang kaki lima di kawasan Pasar Batuah Martapura. Sesekali wanita ini melempar senyum kepada masyarakat, dengan senyuman yang terlihat agak lucu. Karena senyumnya yang tulus telah mempertontonkan sisa giginya yang tinggal sedikit.

Raut wajah keriputnya tidak bisa menyembunyikan kesedihan dan kelelahan dalam menjajakan barang dagangan berupa bunga kuburan atau bunga untuk ditaburkan di pemakaman. Dia adalah Murniah (60), wanita tua yang kesehariannya menjual bunga di pojok Pasar Batuah Martapura.

Pekerjaan ini dia lakoni sudah selama 40 tahun, semua tak lain untuk menghidupi dirinya sendiri dan 2 anaknya. Walaupun hasil dari penjualan bunga itu tidak seberapa, namun tetap dijalaninya dengan tekun. Karena dia tidak punya pilihan lain.

“Keuntungannya sih tidak banyak, dengan modal Rp100 ribu, paling mendapatkan keuntungan cuma Rp25 ribu sampai Rp40 ribu dalam satu hari. Itu pun kalau pasar sedang ramai,” ucap Murniah.

Ironis sekali, Murniah tidak mesti dapat menghabiskan hasil jualannya ke pembeli. Kalau tidak terjual habis, bunga yang dijual sudah tidak bisa dijajakan pada keesokan harinya, karena terlanjur layu. “Kalau sudah tidak laku, ya bunganya layu dan tidak bisa dijual lagi,” ungkapnya.(mj-30/sir)