Kerajinan Purun Banjarbaru Tembus Ekspor, Mulai Irak Hingga Eropa

Produk Kerajinan Purun asal Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (foto: koranbanjar.net)
Produk Kerajinan Purun asal Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (foto: koranbanjar.net)

Menjadi kebanggan masyarakat Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kampung Purun di Kelurahan Palam Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang memproduksi kerajinan purun, kini sudah bisa menembus ekspor ke luar negeri.

BANJARBARU, koranbanjar. net – Dijuluki Kampung Purun karena hampir semua warga setempat, terutama perempuan pandai menganyam purun. Yang dimaksud dengan purun yaitu, sejenis tanaman yang tumbuh liar seperti rumput yang tumbuh di rawa-rawa.

Sebelum di buat anyaman, purun biasanya di keringkan terlebih dahulu lalu di tumbuk agar mempermudah dalam proses mengayam.

Maimunah, salah satu pengrajin purun mengatakan, dia belajar menganyam purun dari ibunya yaitu, Salasiah atau biasa dipanggil ibu Sala, “Sejak umur 10 tahun ibu saya sudah bisa membuat anyaman purun sampai sekarang diturunkan ke saya,” kata Maimunah.

Jenis-jenis produk kerajinan purun yang biasa dibuat adalah tikar, topi, tas, bakul, dompet, tempat botol, besek purun, dan masih banyak lagi. Maimunah mengatakan kalau sehari bisa menghasilkan 5 sampai 6 buah kerajinan purun ukuran besar, sedangkan untuk ukuran kecil bisa sampai 10 buah sehari.

Maimunah menyebutkan, produk kerajinan purun di tempatnya sudah dikenal sejak tahun 2016 dan sudah sampai ke luar kota seperti Bali, Yogyakarta, Banjarmasin, Martapura, Jakarta, Semarang dan kota besar lainnya.

Pengrajin purun di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. (foto: koranbanjar.net)
Pengrajin purun di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. (foto: koranbanjar.net)

Di kenalnya kerajinan purun sampai ke luar kota berawal dari staf petugas Kelurahan Palam yang membantu mempromosikan produk purun ke pemerintah sehingga pemerintah membantu pemasarannya hingga ke luar kota, bahkan sampai ke luar negeri seperti Irak, Turki, dan Eropa. Selain itu juga dia sering ikut beberapa pameran di Banjarmasin, Bandara Syamsudin Noor, Q-Mall Banjarbaru, dan juga Kiram.

Perkembangan pesanan produk kerajinan purun dari tahun ke tahun sangat meningkat. Namun semenjak adanya wabah virus Covid-19 pembeli produk purun menjadi berkurang dari biasanya

Maimunah menambahkan, hasil dari penjualan produk purun dapat membantu perekonomian keluarganya, “Hasil penjualan biasa buat beli kebutuhan rumah tangga juga buat bantu-bantu suami, bayar sekolah anak terus, sisanya ditabung,” tuturnya.

Harapan Maimunah untuk ke depan, wabah virus Covid-19 cepat menghilang sehingga penjualan kerajinan purun terus meningkat lagi.(mj-37/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *