Kepala DLH Tidak Becus Ngurus Kalimati

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Kondisi kalimati di Kelurahan Murung Keraton, Kecamatan Martapura, yang tak kunjung tuntas, seperti kotor, jorok dan sangat mengganggu lingkungan mengundang keprihatinan Direktur Bina Lingkungan Hidup (BLHI) Kalsel, Badrul Ain Sanusi Al Afif.

Dia berpendapat, persoalan kalimati itu sebetulnya dapat diselesaikan dengan catatan Pemerintah Kabupaten Banjar, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar betul-betul fokus dan konsisten melaksanakan program penanggulangan secara bertahap.

Sebaliknya, kalau persoalan kalimati tak kunjung terselesaikan hingga bertahun-tahun, Badrul mensinyalir ketidakbecusan DLH Banjar, khususnya mengatasi persoalan kalimati.

Badrul Ain
Badrul Ain

“Masak, bertahun-tahun persoalan kalimati tidak bisa teratasi? Saya menduga, mungkin karena kinerja Kepala DLH yang tidak becus ngurus, khususnya ngurus kalimati,” ungkap Badrul.

Ketua Parlemen Jalanan ini menambahkan, sebagai contoh penanggulangan sampah yang pernah diselesaikan Pemko Jawa Timur. “Dulu, di Jawa Timur atau Surabaya, persoalan sampah sangat mengganggu Pemerintah Kota di sana. Namun atas kegigihan kepala daerah di sana dan konsistensi jajarannya, semua bisa diatasi. Itu bisa menjadi contoh bagi Pemkab Banjar yang hanya mengatasi kalimati di tingkat kelurahan,” tegasnya.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan DLH Banjar mengedukasi warga setempat untuk senantiasa menjaga kebersihan secara berkesinambungan, bukan hanya pada momen-momen tertentu.

“Menjaga kebersihan itu membutuhkan sebuah kebiasaan secara terus-menerus, bukan sewaktu-waktu. Jangan cuma sekadar kerja bhakti 3 bulan sekali, 3 bulan itu waktu yang cukup lama untuk membiasakan warga membangun pola hidup sehat. DLH kan bisa menempatkan petugasnya secara rutin, menugaskan aparatnya agar setiap hari memberikan edukasi kepada warga setempat dan masih banyak cara lain. Nah, cara ini apakah sudah dilakukan Kepala DLH atau belum?'” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Boyke W Triestianto, yang dikonfirmasi koranbanjar.net terkait persoalan kalimati, Senin (30/07/2018) mengharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan kali tersebut, dengan cara tidak membuang sampah ke kali mati itu.

“Peran masyarakat sangat penting dalam hal menjaga kebersihan dan juga mengelola kali tersebut agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya,” katanya.

Boyke lebih cenderung menginginkan adanya kegiatan atau proyek untuk pembersihan kali mati dengan cara revitalisasi agar air yang melalui kali itu dapat mengalir ke sungai Martapura.

“Jika ada dana, mestinya ada revitalisasi yakni dataran kali mati harus lebih tinggi dari sungai Martapura,” ujarnya.

Dia menambahkan, pada peringatan hari jadi Kabupaten Banjar nanti, pihaknya sudah berencana akan kembali melakukan aksi bersih-bersih di tempat tersebut, namun ternyata dialihkan untuk membersihkan sungai Martapura.(sir/sai)