Kasus Dugaan Pengeroyokan Sayyid Rido Alkaf Menuai Reaksi Keras Tokoh Banjarmasin dan Rabithah

Habib Fathurrachman Bahasyim, Ketua Rabithah Alawiyah Kalimantan Selatan Habib Sholeh Bahasyim dan paman korban saat berada di Polsek Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Jumat (26/4/2024). (Sumber Foto: Leon/koranbanjar.net)

Kasus dugaan pengeroyokan hingga menewaskan salah seorang remaja laki-laki keturunan habaib bernama Sayyid Ridho Alkaf menuai reaksi keras dari salah satu tokoh habaib (Habib) Banjarmasin Habib Fathurrachman Bahasyim dan Lembaga Nasab Keturunan Rasulullah SAW yakni Rabithah Alawiyah Kalimantan Selatan.

BANJARMASIN, koranbanjar.net– Melalui media ini saat berada di Polsek Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Jumat (26/4/2024) Habib Fathurrachman Bahasyim berucap mengutuk keras kejadian tersebut.

“Kami mengutuk keras kejadian itu hingga menghilangkan nyawa salah satu keluarga kami cucu Rasulullah dengan cara diduga dikeroyok,” tegas Buyut Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau dikenal Habib Basirih ini.

Dirinya meminta para penegak hukum agar mengusut kasus ini sampai tuntas serta berkeadilan. Menurutnya sebenarnya kasus ini sangatlah sepele namun sangat disayangkan harus menghilangkan nyawa seseorang.

Kasus ini pun kata Habib Fathur panggilan akrabnya, menurut informasi dari paman korban, ketika dalam penanganan pihak kepolisian dirasa ada kejanggalan.

“Untuk itu jika memang janggal dalam penanganannya kami akan turun mengawal kasus ini hingga tuntas agar pihak korban tidak merasa terzalimi,” ujarnya.

Dirinya merasakan kesedihan sangat luar biasa karena kasus dugaan pengeroyokan dengan menghilangkan nyawa seorang remaja bukan hanya kalangan keluarga habaib.

Tetapi dari kalangan masyarakat lainnya pun, perbuatan ini tidak dapat dibenarkan.

“Apalagi ada keterangan berbeda-beda tidak sesuai fakta maka ini tidak bisa dibiarkan. Insya Allah kita turun untuk membela,” tegasnya.

Tak hanya Habib Fathur, Rabithah Alawiyah Kalimantan Selatan pun angkat bicara menyoroti kasus ini. Kejadian dugaan pengeroyokan yang menghilangkan nyawa Sayyid Rido Alkaf membuat lembaga pencatatan nasab keturunan Rasulullah ini mengambil langkah serius.

“Kami minta aparat penegak hukum berlaku adil dan mengusut tuntas kasus ini,” ucap Ketua Rabithah Alawiyah Kalsel, Habib Sholeh bin Ahmad Bahasyim.

Dia sangat menyayangkan kejadian tersebut bahkan dugaan pengeroyokan ini dilakukan oleh teman korban sendiri. Oleh karenanya Habib Sholeh meminta aparat kepolisian kepolisian menindak perbuatan tersangka dengan seadil – adilnya.

“Mudah-mudahan keluarga korban merasa puas nantinya terhadap tindakan kepolisian memproses kasus ini dengan adil dan tuntas,” harapnya.

Sementara paman korban, Habib Ahmad Alkaf tetap merasa tidak terima atas perbuatan beberapa remaja yang diduga tega mengeroyok keponakannya itu.

Apalagi setelah gelar perkara, menurutnya sangat berbeda dengan hasil pantauan kamera CCTV saat kejadian tersebut.

Menurutnya ada beberapa pemotongan – pemotongan mengenai kronologis kejadian dugaan pengeroyokan terhadap keponakannya itu.

“Sekali lagi kami berharap kepada pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini dengan seadil-adilnya,” pintanya.

Sementara, Kapolsek Kertak Hanyar dan Kanit Reskrim ketika ingin ditemui tidak berada di tempat. Menurut informasi salah satu petugas piket bernama Ramadhan, Kapolsek sedang memperbaiki mobil ke showroom Toyota.

“Kalau kanit dari pagi tadi belum masuk,” info petugas piket tersebut sembari berkata Kapolsek maupun Kanit tidak dapat dihubungi.

“Kapolsek kayaknya tidak aktif handphonenya soalnya cuman memanggil tidak berdering. Nanti coba Senin aja,” ucapnya.

Sayyid Ridho Alkaf (23) tewas diduga dikeroyok oleh beberapa orang remaja yang diketahui adalah temannya sendiri.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Ahad (21/4/2024) dini hari. Di depan Komplek Bumi Wahyu Utama Residence Desa Pemangkih Laut Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar.

Mirisnya, para pelaku masih di bawah umur. Inisial kedua remaja itu MMA (17) dan RD (17), warga setempat.

Keduanya saat ini sudah diamankan personel Polsek Kertak Hanyar. Sementara dua remaja lainnya, RJ dan ML ditetapkan polisi sebagai saksi.

Dari Cerita keluarga korban, kejadian bermula gara-gara sepeda motor ML teman satu komplek dipinjam korban. Tiba-tiba korban mengembalikan motor itu dengan alasan mogok habis bensin dan ML tidak terima.

“Dari situlah bermula terjadi perselisihan antara p pelaku (ML) dengan keponakan kita,” ungkap Ahmad Alkaf.

Setelah ML berselisih dengan korban kemudian pulang diantar MMA. Sementara korban masih duduk-duduk tak beranjak dari tempat kejadian tersebut.

Lalu MMA kembali ke tempat tongkrongan itu bersama RJ dan RD. Berdasarkan rekaman CCTV di depan pos komplek, seorang remaja tiba-tiba muncul dari belakang melempar kursi ke wajah korban. Disusul pukulan teman-temannya.

“Siapa yang memukul pertama dan menusuk tubuh keponakan saya, kami tidak tahu. Pastinya, polisi hanya menetapkan dua tersangka,” kata Ahmad.

Sementara kondisi korban menderita lima tusukan, tiga di dada, dua di bawah ketiak, dan hidungnya patah.

Setelah ditusuk dan dipukuli lanjut Ahmad Alkaf, korban sempat berdiri menyeberang jalan meminta pertolongan ke sebuah pondok pesantren di seberang komplek sedangkan para pelaku kabur.

“Keponakan saya meninggal setiba di rumah sakit akibat pendarahan,” ucapnya menutup cerita. (yon/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *