AdvertorialPemprov Kalsel

Karena Alam, Budaya dan Keramahan Masyarakat Kalsel, Turis ini Bertekat akan Kembali Lagi

LOKSADO, KORANBANJAR.NET – Rombongan Kedubes RI untuk Finlandia dan Estonia diajak mengarungi Sungai Amandit. Menggunakan 20 rakit bambo, rombongan disuguhkan indahnya pemandangan Pegunungan Meratus dan melihat masyarakat suku Dayak Meratus yang beraktifitas di bantaran sungai.

Itu seusai rombongan digiring memasuki kawasan Alam Roh 7, Loksado, Hulu Sungai Selatan, Sabtu (16/3/2019). Di salah satu destinasi wisata eksotik ini, rombongan yang terdiri dari akademisi, jurnalis dan penyiar radio serta asosiasi travel di Eropa, diajak menanam pohon ulin.

Penanaman ini tak hanya masuk dalam salah satu agenda kunjungan, tetapi juga sekaligus memperingati Hari Bhakti Rimbauan ke-36.

Setelah penanaman pohon dan susur sungai, rombongan disambut hangat Bupati HSS, H Achmad Fikry di kediaman untuk menikmati makan siang, sebelum meninggalkan Kalsel.

Di kediaman bupati, turut hadir Sekdaprov Kalsel H Abdul Haris, Kadishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq, Kadis Pariwisata Danial Kifli, Forkopimda lingkup Kalsel dan HSS.

“Mereka (rombongan) mengucapkan terimakasih atas penyambutan yang sangat luar biasa dari masyatakat Kalsel. Ini menakjubkan, ” ujar Kedubes RI untuk Finlandia dan Estonia, Wiwiek Setyawati.

Setelah 5 hari di Kalsel dengan mengunjungi berbagai okjek wisatanya, lanjut Wiwiek, rombongan mengaku keramahan masyarakat yang ada di tanah Borneo ini sangat jarang ditemui di negara lain.

Ia berjanji akan mendukung dan ikut mempromosikan Kalsel, baik lingkungan, alam, budaya serta keramahan masyarakatnya. Selain itu, mereka juga berjanji suatu saat nanti akan kembali lagi ke Kalsel.

“Melihat keramahan masyarakat serta keanekaragaman adat dan budaya di Provinsi Kalsel, mereka semua berjanji akan datang kembali ke Kalimantan Selatan,” tandas Wiwiek. (humasprov/dra)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close