Jelang Persiapan Penilaian Adipura 2022, Pemkab Tabalong Gelar Rakor

Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani memimpin rakor persiapan jelang penilaian adipura 2022. (foto : istimewa)

Pemerintah Kabupaten Tabalong menggelar rapat koordinasi persiapan pemantauan Adipura di Aula Pendopo Bersinar, Jumat (19/8/2022).

TABALONG, koranbanjar.net – Rakor tersebut dilaksanakan dalam rangka persiapan penilaian Adipura Tahun 2022.

Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani mengatakan bahwa Tabalong yang bersih, teduh dan nyaman merupakan harga diri orang Bumi Saraba Kawa.

“Adipura hanyalah media (perantara), tujuannya bagaimana mewujudkan Tabalong bersih, teduh dan nyaman,” tuturnya.

Anang ingin mempertahankan Adipura, namun hal tersebut harus dengan kerja sama semua pihak.

“Kalau kita bekerja sama dan bersatu pada artinya kita mencintai daerah ini. Tidak mungkin ini bisa kita pertahankan kalau ada yang tidak cinta,” lanjutnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabalong, Syaiful Ikhwan mengatakan, bahwa terdapat beberapa tempat yang perlu dipacu untuk diperbaiki, salah satunya pembuangan air limbah di pasar beserta peneduhnya.

Selain itu, pihaknya juga turut memperhatikan beberapa lokasi seperti bank sampah dan Ruang Terbuka Hijau.

“Itu yang menjadi titik pantau krusial yang akan kita pantau dan coba perbaiki nilainya,” ucapnya.

Ia menambahkan, teruntuk tahun 2022 terdapat penilaian tambahan Adipura, yaitu Program Kampung Iklim (proklim) dari segi kuantitas.

Sementara Proklim di Tabalong sudah terdapat 35 kampung yang menerapkannya. Hal itu juga senada dengan keinginan Presiden RI, Joko Widodo mengenai penargetan 20 ribu Desa Proklim seIndonesia pada Tahun 2024 mendatang yang diprediksi target secara kuantitas, jumlah setiap kabupaten Kota adalah 40 desa.

“Proklim sekarang sudah sekitar 35 desa, terdapat dua desa (Jaro dan Kambitin) yang paling bagus nilainya (kategori lestari),” tuturnya.

Ia berharap, secara keseluruhan nilai di kabupaten Tabalong dapat mencapai angka 80 hingga 90, sedangkan saat ini nilai kisarannya sekitar 75 secara total.

“Sehingga harus kita pacu agar mendapat angka maksimal,” pungkasnya.

Diketahui Adipura merupakan sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

(anb/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *