BNN

Israel-Palestina Lancarkan Serangan Udara, Buntut Kekerasan Lebih Dari Sepekan

  • Bagikan
Bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, 18 Mei 2021. (REUTERS / Suhaib Salem)
Bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, 18 Mei 2021. (REUTERS / Suhaib Salem)

Tentara Israel dan militan Palestina sama-sama melancarkan serangan udara pada Selasa pagi (18/5/2021) di Jalur Gaza. Kedua pihak saling menembakkan roket, sebagai gelombang kekerasan yang berlangsung selama lebih dari sepekan.

KORANBANJAR – Sejumlah bangunan dan gedung di kedua belah pihak hancur berkeping-keping. Sementara belum ada laporan mengenai korban dari serangan terbaru ini. Israel fokus melancarkan serangan ke Kota Gaza, sementara militan menembakkan roket mengaktifkan sirene di Israel Selatan.

Pertempuran ini telah mengundang keprihatinan dari masyarakat internasional dan upaya diplomatik untuk menghentikan kekerasan.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell, Selasa (18/5/2021) mengadakan pembicaraan dengan menteri-menteri luar negeri Uni Eropa untuk membahas cara terbaik mendukung upaya peredaan konflik.

Para pejabat AS telah berbicara mengenai upaya untuk bekerja di balik layar untuk menenangkan situasi, termasuk berkoordinasi dengan negara-negara lain di kawasan.

BACA:  Rencanakan Pembunuhan Terhadap Dubes Myanmar, 2 Pria Ditangkap  

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki, hari Senin (17/5/2021) mengatakan kepada wartawan, “Kami ingin mendeskalasi sesegera mungkin,” dan bahwa berbagai tindakan akan diperlukan dari pihak Israel dan Hamas untuk mengakhiri kekerasan.

“Cara paling efektif yang kami rasa dapat dilakukan adalah melalui diplomasi yang tenang dan intensif, dan ini adalah fokus kami sekarang ini,” kata Psaki.

Dalam pembicaraan telepon hari Senin (17/5/2021) dengan PM Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Joe Biden menegaskan kembali dukungan bagi Israel untuk “membela diri dari serangan roket membabi buta,” sambil juga mendorong Israel untuk “memastikan perlindungan bagi warga sipil tak berdosa.”

“Presiden menyatakan dukungannya bagi gencatan senjata dan membahas dialog AS dengan Mesir dan mitra-mitra lain ke arah tujuan itu,” kata pernyataan dari Gedung Putih.

BACA:  Mobil Pelangsir Terbakar di Pom Bensin

Sejak pertempuran dimulai pada 10 Mei, sedikitnya 200 orang Palestina telah tewas, termasuk sedikitnya 59 anak-anak dan 35 perempuan, kata Kementerian Kesehatan Gaza. Sedikitnya 10 orang Israel tewas dalam serangan-serangan roket, termasuk seorang bocah berusia enam tahun.

Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan ia akan mengadakan pembicaraan dengan Netanyahu dalam beberapa hari mendatang dan menyerukan gencatan senjata “sesegera mungkin.” Ia menambahkan bahwa Perancis mendukung upaya mediasi Mesir dalam konflik itu, yang menjadi kunci dalam mengakhiri pertempuran terdahulu antara Israel dan militan Palestina.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan ia berbicara hari Senin (17/5/2021) dengan Netanyahu dan menyatakan dukungan bagi Israel untuk membela diri.(voa)

(Visited 1 times, 1 visits today)
  • Bagikan

(Visited 1 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *