Banjar  

Inovasi Kabupaten Banjar Ikuti Tahapan Diagnose dan Design dari LAN RI

Bappedalitbang Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI menggelar kegiatan Diagnose dan Design yang dilaksanakan pada Rabu (12/6/2025), di aula Baiman dan Bauntung Bappedalitbang Banjar, Martapura. (Foto: Bappedalitbang Banjar/Koranbanjar.net)

Sehari setelah kegiatan Drum Up Laboratorium Inovasi Daerah sekaligus Launching Kompetisi Inovasi Tangguh dan Andalan (INTAN) Banjar Tahun Anggaran 2024. Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Bappedalitbang Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) kembali menggelar kegiatan Diagnose dan Design yang dilaksanakan pada Rabu (12/6/2025), di aula Baiman dan Bauntung Bappedalitbang Banjar, Martapura.

BANJAR, koranbanjar.net – Dalam kegiatan ini ada 52 inovasi dari 16 SKPD dengan rincian 10 inovasi tata kelola pemerintahan, 12 inovasi pelayanan publik dan 30 inovasi bentuk lainnya yang akan di Diagnose dan di Design, dipandu langsung oleh 3 tenaga ahli dari LAN RI, yaitu Antun Nastri Sidik, Hesti Annisa, dan Safrida Yanti Siregar, yang dijadwalkan selesai dilaksanakan hari ini.

“Hari ini kita melakukan Diagnose dengan menghadirkan inovator secara langsung agar bisa diidentifikasi dan digali lebih mendalam potensi dan kemudian inovator dapat memunculkan ide inovasi,” jelas Nuri selaku Kabid Litbang dan Inovasi Bappedalitbang Banjar.

“Selain itu juga dilaksanakan tahap Design, di mana pada tahap ketiga ini, LAN RI akan memberikan pembelajaran tentang bagaimana mendesain sebuah inovasi sampai dengan rencana aksi yang akan dilakukan oleh sasaran lokus” ujarnya.

Menurut Nuri, karya inovasi dari sasaran lokus setidaknya harus memenuhi lima kriteria, di antaranya karya inovasi yang diajukan harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, yakni aspek kebaruan, aspek kemanfaatan, aspek keberlanjutan, aspek kompatibilitas, aspek solusif dan juga aspek direplikasi.

Selanjutnya tahapan inovasi ini akan masuk tahap ke empat, yakni Delivery yang diisi dengan pemantauan rencana aksi inovasi yang dilakukan.

Serta tahap ke lima, yaitu Display untuk memamerkan hasil inovasi yang dilakukan oleh inovator ke publik, baik melalui pameran maupun media lainnya. (bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *