Ini Tanggapan Wabup Terhadap Menurunnya Prestasi Atlet Batola Pada Porprov X

oleh -44 views

Marabahan – Menanggapi menurunnya prestasi kontingen atlet Kabupaten Barito Kuala (Batola) pada Porprov Kalsel X 2017 di Tabalong lalu, Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor menyampaikan harapannya kepada pengurus olahraga di masing-masing cabang agar melakukan evaluasi terhadap penyebab lemahnya dan kurangnya prestasi yang diraih guna perbaikan dan penyempurnaan.

Harapan tersebut di sampaikan Rahmadi dalam acara penyerahan bonus untuk atlet Batola yang berhasil meraih medali pada ajang Porprov X Tabalong lalu di Aula Mufakat Kantor Bupati Batola belum lama tadi pada akhir bulan Desember 2017.

Rumah di jual di Martapura

Jasa Interior di Kalimantan Selatan

“Mari bersama-sama melakukan evaluasi terhadap kelemahan dan kekurangan sehingga ke depan mampu mencapai prestasi yang lebih baik dan lebih membanggakan lagi,” ucap Wabub.

Seperti yang diketahui, Kabupaten Batola dalam ajang Porprov X Kalsel Tahun 2017 di Tabalong berada pada peringkat 10 dari 13 kabupaten/kota. Ini merupakan penurunan satu tingkat di banding Porprov IX pada tahun sebelumnya dimana Kabupaten Batola berada pada peringkat 9.

Pada Porprov X ini, Kabupaten Batola hanya mampu meraih 67 medali yang terdiri dari 21 medali emas, 18 perak, dan 28 medali perunggu.

Meski dengan hasil demikian, Rahmadian Noor menilai, prestasi yang ditorehkan oleh para atlet Batola cukup membanggakan, mengingat cabang yang diikuti Batola juga sedikit.

Untuk itu, ia mengatakan sudah sepantasnya mensyukuri dan memberikan penghormatan serta penghargaan kepada seluruh kontingen yang diyakini telah berjuang sekuat tenaga dan sepenuh hati.

“Sebagai bentuk perhatian kepada para atlit, Pemkab Batola bersama KONI Batola memberikan bonus berupa uang pembinaan khususnya bagi para atlet dan pelatih yang telah menyumbangkan medali emas, perak, maupun perunggu di masing-masing cabang olahraga.

Wabub berharap, bonus yang diberikan itu benar-benar dikelola dengan baik secara adil dan proporsional, sehingga tidak memunculkan komentar, pendapat, atau pemikiran negatif baik dari para atlet, pelatih, maupun pengurus yang dikhawatirkan dapat mengganggu proses pembinaan dan peningkatan prestasi di masa mendatang. (dny)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan