oleh

Ingin Masuk Teknik Sipil, Sempat Menyesal Diterima Jurusan Psikologi

Jika mendengar kata psikologi, apalagi pakarnya, kebanyakan bagi orang awam pasti menebak seseorang yang bisa meramal. Kejadian ini ternyata bukan hanya pakar, tetapi mahasiswinya pun pernah mengalami hal serupa.

YULIANDRI KUSUMA W, Kalsel

 

RISHKA Devy Rusady, seorang mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat Fakultas Kedokteran prodi Psikologi menyatakan hal tersebut.

Gadis kelahiran Samarinda ini, ternyata sebelum masuk kuliah Psikologi memiliki keinginan masuk jurusan teknik sipil. Namun, takdir berkata lain. Dirinya diterima di jurusan yang bukan keinginannya.

“Saya menerima apapun jurusan yang ditakdirkan untuk saya, akhirnya seiring berjalannya waktu tetap saya pertahankan hingga kini sudah semester 7. Mencoba menjalaninya dengan enjoy dan santai serta ambil positifnya saja,”ujarnya kepada penulis, Sabtu (28/9/2019).

Ia mengaku, sempat pernah mengalami penyesalan. Beban yang dirasakan pasti ada, karena awal keinginannya masuk teknik sipil musnah seketika.

”Kalau yang lain mungkin tidak ada merasakan beban karena memang hobinya, kalau saya pribadi memang cukup berat,” katanya.

Setelah mempelajari semua mata kuliah psikologi, yang awalnya ramai dan menarik ternyata ada tanggung jawab yang harus dikerjakannya. Yaitu menghapal seluruh teori.

Tetapi ada hikmah dibalik itu semua, sekarang Rishka panggilan akrabnya, bisa mengendalikan dirinya sendiri yang awal ia termasuk orang yang moody atau tiba-tiba gampang sedih, marah, ketawa, senyum.

“Menarik sih, kita belajar mengenal perilaku manusia. Mempelajari penyakit kejiwaan untuk gangguan kepribadiannya, lingkungan, kesehatan, mengenal ciri gejala penyakit dan harus bisa mendiagnosanya,” kata dia.

Seperti penyakit skizo dan bipolar. “Beban pikirannya itu, psikologi tidak bisa main-main dengan semua mata kuliah dan tidak bisa asal mendiagnosa,”lanjutnya.

Menurut gadis kelahiran tanggal 14 November 1997 ini mengaku banyak pengalaman baru yang didapat dan belum pernah dirasakan sebelumnya.

Harapannya, setelah lulus kuliah dan wisuda bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan ilmu yang didapat bisa bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga maupun orang lain.

Rishka ternyata memiliki hasrat menjadi seorang dosen, dikarenakan untuk menjadi dosen minimal pendidikan terakhir harus S2. Maka ia berharap masih diberi kesempatan Allah swt dan diberi rezeki lebih untuk melanjutkan jenjang pendidikannya.

”Tetapi jika Allah belum mengizinkan dan belum ada rezekinya, saya akan lanjut mencari kerja terlebih dahulu. Intinya saya ingin berkarir, sukses dan bisa membahagiakan orang tua,” tandas gadis usia 22 tahun tersebut.

Komentar

Jangan Lewatkan