Mengenal Lebih Dekat Mahasiswi Keperawatan, Semasa Kuliahnya Hampir Putus Asa

oleh -77 views
Mengenal Lebih Dekat Mahasiswi Keperawatan, Semasa Kuliahnya Hampir Putus Asa
Rizki Pratiwi

Pendiam, ramah, royal, dan setia kawan. Itulah kesan pertama ketika berkenalan dengan Rizki Pratiwi, seorang lulusan mahasiswi Keperawatan yang biasa sering dilihat menggunakan baju dinas putih dan membantu pelayanan kesehatan masyarakat.

YULIANDRI KUSUMA W, Kalsel

KIKI panggilan akrabnya. Perempuan yang bertempat tinggal di Liang Anggang ini, setelah lulus sekolah SMA dirinya langsung melanjutkan pendidikan Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Intan Martapura Prodi Diploma 3 Keperawatan.

“Saat itu, saya langsung daftar di Akademi Keperawatan atau Akper Intan Martapura. Sebab, sebelumnya sudah saya rencanakan terlebih dahulu,” ujarnya kepada penulis, Jumat (27/9/2019).

Awal memasuki perkuliahan dirinya mengaku senang. Karena memiliki teman baru, ilmu baru, dan bersyukur.

”Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan Allah, bisa mengenyam kuliah. Mungkin bisa dibilang, belum tentu semua orang bisa berada di posisi saya. Semua orang pasti sudah tahu kalau masuk kuliah kesehatan itu mahal,” lanjutnya.

Semester 5 hingga 6, dirinya sempat kewalahan menyelesaikan tugas akhir bahkan sampai hampir putus asa. Namun, Kiki diberikan teman yang baik untuk selalu menyemangati dan memotivasi agar semangat kembali.

“Akhirnya saya bangkit, percaya. Kalau orang lain bisa tentu saya pun harus bisa, apalagi motivasi utama adalah orang tua,” katanya.

Akhirnya perempuan asal kelahiran Landasan Ulin itu bisa melewati tantangannya semasa kuliah.

“Pengalaman semasa praktik magang, saya bergelut dengan phatom atau boneka peragaan. Serta, langsung praktik dengan pasien. Mulai dari awalnya yang dulu saya bisa menyuntik orang, akhirnya sampai saya sudah terbiasa. Karena kita harus hati-hati tidak bisa sembarangan,” ungkapnya.

Dibeberkan perempuan berusia 21 tahun ini, dia mempunyai harapan yang besar. Yaitu, bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Perjuangannya tak sia-sia, setelah belajar giat. Ia lulus di tahun 2019, dengan gelar “excellent” atau menjadi mahasiswi lulusan terbaik di kampusnya.

“Orang tua saya bangga, akhirnya perjuangan saya tidak sia-sia. Setelah lulus kuliah ini, rencananya saya ingin mencari kerja terlebih dahulu. Jika ada rezeki, saya akan melanjutkan kuliah kembali,” pungkas perempuan yang lahir tanggal 17 Agustus 1998.

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan