oleh

Honorer RSD Idaman Masih Digaji Pemko, Nadjmi: Akan Dipelajari dan Diperhatikan UU yang Berkaitan

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Setelah fraksi-fraksi dari DPRD Kota Banjarbaru memberikan pandangan umum dan tanggapan mengenai Raperda APBD TA 2019, giliran Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani memberikan keterangan terhadap masukan dan pertanyaan yang diajukan fraksi saat rapat paripurna yang dilaksanakan di Graha Paripurna DPRD Kota Banjarbaru, Selasa (02/10).

Pertama Nadjmi memberikan apresiasi kepada semua fraksi yang telah memberikan tanggapan, persetujuan dan dukungan yang telah diberikan. Kemudian satu per satu jawaban diberikan Nadjmi kepada fraksi.

Terdapat total 7 fraksi yang menyampaikan pandangan umum mereka, seperti fraksi PKB, Partai Demokrat, Fraksi Perubahan, Gerindra Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan, PDI – Perjuangan, dan yang terakhir dari Partai Golongan Karya.

Pada kesempatan tersebut, Nadjmi menyampaikan bahwa banyak fraksi memiliki pemikiran yang sependapat dengan pemerintah kota. Seperti tetap menjaga visi dan misi juga pelayanan, dan meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah), membangun Kota Banjarbaru berdasarkan perencanaan yang matang, dan dari sisi pajak dan retribusi seperti meningkatkan fasilitas pembayaran PBB serta penagihan secara door to door.

“Kemudian, pada bidang kesehatan, Pemerintah Kota akan mengupayakan meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di puskesmas sebagai pelayanan dasar bagi masyarakat dapat terpenuhi dan diupayakan ke depannya tidak ada lagi kelangkaan obat,” ujar Nadjmi.

Upaya perluasan lapangan pekerjaan melalui dinas terkait akan dilakukan pemerintah kota seperti meningkatkan sentra ekonomi, investasi di Banjarbaru, kerjasama dengan pihak swasta memfasilitasi Job-Fair, serta melakukan program ‘magang’ anggota masyarakat yang telah dilatih.

Terkait tenaga honorer atau kontrak di Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru, pihak pemerintah kota akan mempelajari secara seksama dan memperhatikan udang-undang yang berkaitan.

“Karena selama ini pihak pemerintah kota yang membantu rumah sakit untuk belanja modal dan belanja pegawai khususnya honorer atau kontrak,” tutupnya.(ren/ana)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: