Habib Fathurrachman Tempuh Jalur Parlemen Berdakwah Perjuangkan Islam

Habib Fathurrachman Bahasyim di kediamannya di Jalan Kampung Keramat Basirih Banjarmasin. (Foto: Koranbanjar.net)
Habib Fathurrachman Bahasyim di kediamannya di Jalan Kampung Keramat Basirih Banjarmasin. (Foto: Koranbanjar.net)

Salah satu tokoh Habib di Banjarmasin, Habib Fathurrachman Bahasyim akan menempuh jalur parlemen dengan menjadi kontestan politik di Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2024 mendatang.

BANJARMASIN, koranbanjar.net Lewat wawancaranya kepada media ini di Banjarmasin, Rabu (24/5/2023), Buyut Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau dikenal Habib Basirih ini menjelaskan, mengapa langkah ini ia lakukan.

“Karena akan lebih mudah mengangkat dan memperjuangkan agama Islam khususnya di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Lanjut, karena menurutnya para Ulama dan Habib sangat dibolehkan bahkan diwajibkan berdakwah menjaga kesinambungan agama Islam agar tetap tegak berdiri melalui jalur parlemen.

Habib Fathurrachman Bahasyim mendaftar sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dengan menaiki perahu Partai Bulan Bintang (PBB) di Pemilu 2024.

Menurutnya semua partai yang berada di jalur agama sangatlah bagus, bukan hanya di PBB.

Akan tetapi PBB merupakan partai yang berjalan di koridor agama Islam dan sangat pas di hati.

“Menurut ulun (saya) sangat pas sejalan satu visi,” ucapnya

Ditambah lagi visi dan misi Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra. Dirinya melihat sosok Ketua Umum PBB patut untuk diikuti karena konsisten dalam memperjuangkan rakyat di tingkat nasional.

“Dan itu sudah tidak diragukan lagi. Itulah alasan ulun bergabung di PBB,” jelasnya.

Tetapi jika ada partai beda jalur dan memperjuangkan hal-hal lain yang bertentangan dengan syariat Islam.

“Maka partai tersebut sangat bertentangan dengan hati nurani,” katanya.

Disinggung soal fenomena para Habib ramai-ramai masuk ke dunia politik dan ikut mendaftar menjadi calon legislatif baik di tingkat daerah maupun nasional.

Fenomena ini mendapat kritikan keras dari Ambin Demokrasi dengan menanggapi bahwa para habib yang sudah duduk di parlemen belum tampak kontribusinya untuk daerah.

Sementara ini di Pemilu 2024 kembali mendaftarkan diri menjadi Bacaleg baik di Provinsi, Kabupaten Kota maupun Nasional.

Ambin Demokrasi juga menilai dari sisi kualitas dan pengalaman politik para Habib ini belum memadai.

Menanggapi kritikan tersebut, Habib Fatur panggilan akrabnya menyatakan tidak menyalahkan namun juga tidak membenarkan atas stigma masyarakat itu.

“Ulun tidak ingin ini menjadi salah statement yang mana ini bisa menjadi boomerang bagi diri ulun sendiri,” ucapnya.

Jikalau benar apa yang dipersepsikan masyarakat, mungkin saja para Habib yang terlebih dahulu duduk di parlemen atau petahana sudah berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Hanya saja mungkin belum maksimal atau signifikan sehingga seolah tidak kelihatan,” tuturnya.

Akhirnya menimbulkan suara-suara sumbang terhadap para Habib yang terjun ke politik.

Dengan adanya stigma masyarakat ini sambung Habib Fathur menghimbau agar mindset atau pola pikirnya harus dirubah.

“Mari sama-sama berjuang untuk kepentingan rakyat dan kemaslahatan umat baik di tingkat lokal maupun nasional,” imbaunya. (yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *