Gubernur Kalsel: Membangun Daerah Tak Cukup dengan Pembangunan Fisik

oleh -57 views
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Heriansyah (sasirangan kuning), di seminar Pola Asuh Anak dan Remaja, Kamis (4/7), di Mahligai Pancasila, Banjarmasin. (foto: pemprov kalsel)

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Dalam membangun suatu daerah agar dapat maju dan berkembang tidak cukup hanya dengan membangun secara fisik dan ekonomi, seperti terbangunnya gedung-gedung yang megah.

“Namun daerah perlu sumber daya manusia (SDM) yang handal. Karenanya Pemprov Kalsel menempatkan pembangunan SDM yang agamis, sehat, cerdas dan terampil menjadi misi pertama pembangunan di Kalsel,” ujar Gubernur Kalsel dalam sambutannya yang disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Heriansyah, saat menghadiri seminar Pola Asuh Anak dan Remaja, Kamis (4/7/2019), di Mahligai Pancasila, Banjarmasin.

Rumah di jual di Martapura

Jasa Interior di Kalimantan Selatan

Dilanjutkannya, ketika SDM di Banua bisa terbentuk dengan empat dimensi itu, maka kehidupan masyarakat, baik untuk generasi saat ini maupun generasi mendatang akan memiliki keunggulan dan berdaya saing.

Ia menjelaskan pola asuh anak dan remaja sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak remaja di fase-fase kehidupan selanjutnya. Pola asuh akan membentuk sikap, kebiasaan dan karakter anak remaja. Selain itu, pola asuh yang tepat akan melahirkan generasi disiplin, beretika dan berakhlak serta berkualitas.

“Dengan menyebarkan pola asuh yang tepat ke semua lapisan masyarakat, diharapkan budaya pola asuh yang benar dalam tiap-tiap keluarga dapat tumbuh,” ucapnya.

Seminar Pola Asuh Anak dan Remaja ini diadakan termasuk dalam rangkaian acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 26 di Kalsel. Seminar dilaksanakan bagi para guru SMA sederajat, lembaga perlindungan anak, tokoh agama maupun instansi pemerintah serta mitra terkait.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel, Husnul Hatimah, mengatakan seminar ini tidak hanya diperuntukkan bagi para ibu, tapi juga para ayah yang juga terlibat dalam pola pengasuhan anak di lingkup keluarga.

“Berbicara masalah anak maka kita juga berbicara tentang bagaimana menyiapkan generasi mendatang yang dapat diandalkan. Ini tentu melibatkan peran ibu dan ayah dalam keluarga,” ucapnya. (ykw/dny)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *