Gila! Terjadi Dugaan Seks Bebas, Guru Ngaji Dijadikan Pelacur di LP Teluk Dalam Banjarmasin

Lembaga Pemasyarakatan (LP) Teluk Dalam Banjarmasin. (Foto: Nina Astri/Koranbanjar.net)
Lembaga Pemasyarakatan (LP) Teluk Dalam Banjarmasin. (Foto: Nina Astri/Koranbanjar.net)

Kabar ini dibongkar oleh seorang pria di Banjarmasin melalui aplikasi Snack Video yang beredar di pesan WhatsApp dan viral baru-baru ini.

BANJARMASIN, koranbanjar.net Pada isi video, pria diperkirakan berusia 40 tahun itu mengungkap sebuah kejadian tak terduga di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Teluk Dalam Banjarmasin yang menurutnya paling sadis dan paling seram di seluruh dunia.

“Sekarang ini LP Teluk Dalam paling sadis dan paling seram di seluruh dunia,” ujar pria tersebut dalam Snack Video yang baru diketahui koranbanjar.net hari ini, Minggu (23/6/2024) pukul 10.00 Wita.

“Ini kejadian di LP Teluk Dalam. Tolong ya diviralkan video ini karena ini kejadian nyata,” ucapnya di menit awal video.

Lanjut kata pria itu, di LP Teluk Dalam Banjarmasin diduga bebas melakukan hubungan badan atau seks, serta bebas transaksi narkoba.

“Seorang wanita bernama Mariana dijadikan pelacur di dalam penjara, padahal ia adalah seorang guru mengaji. Dan berhubungan badannya di tempat umum, bayangkan,” bebernya.

Kemudian lebih lebih gila lagi sambungnya, beberapa Petugas Sipir Penjara (LP) Teluk Dalam Banjarmasin diduga berkeinginan sekali membunuh dirinya secara halus.

“Dan yang gilanya lagi pegawai Pak Aad, Pak Rustam, Pak Didit dan Pak Adit ingin sekali membunuh saya secara halus dan mantan istri saya yang disuruh membunuh saya secara halus,” terangnya.

Seakan terlihat sangat marah, dalam video itu sehingga pria ini menyebut para pegawai tadi dengan sebutan binatang dan anjing.

“Jadi tolong viralkan video ini, karena mereka (pegawai LP) ingin sekali membunuh saya, karena saya mengetahui dan melihat kejadian-kejadian di LP Teluk Dalam,” akunya di akhir video.

Ketika dikonfirmasi, di hari yang sama salah satu pegawai LP Teluk Dalam Banjarmasin yang namanya disebut dalam video berdurasi 1 menit 21 detik tersebut, Adriansyah atau dipanggil Aad membantah keras informasi dari pria lewat Snack Video itu.

“Tidak benar itu, semua itu dusta. Itu orangnya otaknya terganggu mungkin akibat narkoba karena yang bersangkutan pernah menjadi warga binaan kasus narkoba sekitar tahun 2020,” beber Aad.

Lalu Aad menambahkan, pria itu bernama Supiansyah atau Supian Bor alias Unyil. Kehidupan rumah tangganya tidak baik. Supian Bor alias Unyil bercerai dengan istrinya bernama Mariana.

“Sehingga otaknya terganggu, lalu ia berulah macam-macam, padahal apa yang ia sampaikan itu tidak benar,” ungkapnya.

Bahkan Aad mengakui jika Supian Bor alias Unyil semasa dalam penjara, pernah di sel karena melakukan kesalahan.

“Pada waktu itu saya yang mengurungnya di dalam sel,” aku Aad.

Kemungkinan menurut Aad, Supian Bor alias Unyil ini ingat dengan pegawai yang sering berhadapan dengannya.

“Sehingga nama saya yang ingat, ia sebut-sebut,” katanya.

Supiansyah atau Supian Bor alias Unyil pernah berulah menyebarkan informasi yang sama dan lagi-lagi menyebut nama Adriansyah alias Aad.

Merasa tidak benar dan dianggap fitnah, Supian Bor alias Unyil diburu oleh para petugas LP Teluk Dalam Banjarmasin bekerjasama dengan Polsek Banjarmasin Barat, kejadiannya di tahun 2023.

Namun karena Polsek Banjarmasin Barat tidak memproses Undang-Undang ITE, akhirnya antara Supian Bor alias Unyil dengan Aad diselesaikan secara damai.

“Ia (Supian Bor) membuat pernyataan di atas kertas bermaterai dan di hadapan Kepolisian Sektor Banjarmasin Barat bahwa berjanji tidak mengulangi lagi,” ungkapnya.

Namun alhasil, tiba-tiba Aad beserta unsur pimpinan LP Teluk Dalam Banjarmasin dikagetkan dengan munculnya kembali informasi berisi perusakan citra dan nama baik LP Kelas IA ini dari Supian Bor alias Unyil.

“Unsur pimpinan sudah memanggil saya, dan sudah saya jelaskan. Jadi pimpinan sudah mengetahui semua,” akunya.

Kasusnya Sudah Dilaporkan ke Dit Krimsus Polda Kalsel

Dengan adanya penyebaran berita yang mencoreng nama baik LP Teluk Dalam Banjarmasin dan pegawai salah satu adalah dirinya, maka Aad melaporkan kasus ini ke Dit Krimsus Polda Kalsel.

Akan tetapi menurutnya, tindaklanjut penyidik Dit Krimsus Polda Kalsel dinilai sangat lamban.

“Padahal sudah lama saya melapor,” ujarnya.

Seharusnya kata Aad polisi sebagai pengayom masyarakat harus menindaklanjuti laporan dengan segera apalagi jelas sudah melanggar undang-undang ITE.

“Kan dalam video itu jelas menyebut nama saya, nama LP, dan nama-nama teman saya. Artinya tidak diragukan lagi itu melanggar undang-undang ITE dan terus terang saya tidak terima atas tuduhan Supian Bor alias Unyil ini,” sanggahnya.

Jika tidak diamankan segera, dikhawatirkan Supian Bor alias Unyil makin terus berkoar-koar mendiskreditkan profesi pegawai LP Teluk Dalam dan secara kelembagaan.

Hingga hari ini pegawai senior berusia kurang lebih 50 tahun lebih ini mengaku akibat viralnya video ini dirinya dan keluarga merasa terganggu baik moral maupun secara kejiwaan.

“Karena masyarakat yang tidak tahu pasti akan menduga itu benar,” ucapnya resah.

Untuk itu Aad sangat berharap agar pihak kepolisian segera mengamankan Supian Bor alias Unyil sebelum ulahnya menyebar fitnah makin menjadi-jadi. (yon/bay)

Respon (3)

  1. Harus di buktikan ke Publik jika memang terjadi Sex bebas serta Narkotika di dalam Lapas itu oleh yang bersangkutan dgn jaminan keamanan oleh aparat oleh karena informasi ini sudah beredar dan menjadi konsumsi Publik di Indonesia

  2. Harus di buktikan oleh orang yg di Video ini jika terjadi sex bebas di dalam Lapas itu juga Narkotika katax agar Publik SE Indonesia tahu mana yg benar mana yg salah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *