Baznas

Gara-gara Mengeraskan Bunyi Sepeda Motor, Ghazali Dibunuh, Begini Kronologisnya

  • Bagikan

KELAMPAYAN – Nahas betul yang dialami Ghazali Rahman (52) warga Kelampayan Tengah RT 01 Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, gara-gara ingin membela saudaranya yang sedang bertikai, dia harus meregang nyawa setelah menerima 2 kali tusukan sentaja tajam di badan dari warga yang sama, Anang Supriadi dan Sopian Hadi, Minggu (24/12) pukul 14 : 30 wita.

Hasil penelusuran koranbanjar.net,   Ghazali Rahman memiliki saudara yang bernama Udin. Pada Minggu, 24 Desember 2017, sekitar pukul 14.30 wita,  Udin mengendarai sepeda motor dengan mengupas gas (mengeraskan bunyi sepeda motor) di depan seorang warga setempat, Anang Supriadi.

Prilaku Udin itu sontak menyulut emosi Supriadi yang kemudian mengejarnya. Bersamaan itu, terjadilah pertikaian antar keduanya. Namun pertikaian itu tidak berselang lama, karena keduanya memilih pulang ke rumah masing-masing.

Sesampainya di rumah, Udin berkumpul bersama keluarga. Tak lama kemudian, muncul seorang warga lain, Supian Hadi ke rumahnya. Kedatangan  Sopian Hadi merupakan permintaan Anang Supriadi untuk menyampaikan pesan kepada Udin, agar Udin datang ke sebuah penginapan sederhana di Desa Kelampayan.

Dengan niat ingin berdamai, Udin pun datang ke tempat yang diminta Supriadi bersama ibunya. Alhasil mereka pun berdamai dengan kesepakatan bersama.

Sepulangnya dari penginapan itu, di pertengahan jalan Udin bertemu dengan saudaranya, yakni Ghazali Rahman. Akan tetapi, Ghazali Rahman bukannya senang dengan perdamaian itu, dia malah semakin emosi. Kemudian dia Udin untuk kembali ke penginapan sederhana itu mendatangi Anang Supriadi dan Sopian Hadi.

Setibanya di lokasi, situasi kembali memanas. Udin yang tadinya sudah lega, akhirnya kembali ikut bertikai. Adu pisik kembali terjadi antara Udin dan Sopian Hadi. Karena merasa terpojok, Udin memilih kabur dan meninggalkan saudaranya Ghazali Rahman di lokasi.

Mendengar ada keributan, Anang Supriadi keluar dari penginapan itu dengan sebilah belati, kemudian langsung menusukkan belati ke pinggang Ghazali Rahman. Begitu pula dengan Sopian Hadi yang ikut menusukkan pisau belati ke dada korban, sehingga tembus ke bagian belakang punggung.

Akibat terkena tusukan, korban lari ke Komplek Makam Datuk Kelampayan dan kemudian di larikan warga ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan menuju RSUD Ratu Zalekha, Ghazali Rahman mengembuskan nafas terahir.

Di temui koranbanjar.net  Kapolsek Astambul Iptu Mugiyono membenarkan telah terjadinya perkelahian di Desa Kelampayan Ilir pada Minggu (24/12) siang.

“Kemarin Minggu (24/12) pukul 14;30 telah terjadi perkelahian di Desa Kelampayan Ilir RT 01, di mana korban dan pelaku adalah warga setempat,” ujar Mugiono.

Kapolsek  Astambul itu juga mengatakan, kini pelaku dan beberapa saksi telah diamankan, guna mempermudah proses penyidikan.

“Kini pelaku sebanyak dua orang telah kita amankan, mereka diancam dengan pasal  170 ayat 3, untuk para pelaku mereka menyerahkan diri,” ungkapnya.(sai)

  • Bagikan