Kantor Imigrasi

Dijauhi Guru dan Teman Sekolah, Begini Kisah Lauren Wanita Yang Pilih Jadi Mualaf

  • Bagikan
Kisah mengharukan datang dari seorang mualaf yang menolak kembali ke agama Katolik. [Youtube Kisah Para Mualaf]
Kisah mengharukan datang dari seorang mualaf yang menolak kembali ke agama Katolik. [Youtube Kisah Para Mualaf]

Seorang wanita bernama Lauren memilih untuk pindah agama. Namun, nampaknya keputusan Lauren mualaf menjadi perbincangan teman dan guru di sekolahnya tersebut.

Koranbanjar.net – Bahkan, saat Lauren pindah agama langsung dijauhi oleh teman-teman pun juga dengan guru yang mengajar di sekolahnya tersebut.

Kisah wanita mualaf itu disampaikan oleh Lauren. Dia mengaku, memilih untuk pindah keyakinan karena mengikuti jejak ibunya, yang lebih dulu menjadi seorang muslim.

Mengutip dari Terkini.id -jaringan Suara.com, Lauren menceritakan kisahnya di akun YouTube Kisah Para Mualaf.

“Pertamanya berawal dari pemikiran sederhana seorang anak kecil. Dulu mikirnya kenapa agama saya ibadahnya kok hari Sabtu sama hari Minggu. Tapi kenapa Islam setiap hari bahkan berkali-kali. Akhirnya ibunya memutuskan pindah menjadi seorang muslim. Dia bilang pada anak-anak untuk bebas memilih agama apa aja. Dari situ terus saya bongkar-bongkar kitab lama saya,” kata Lauren.

Dengan tekad dan hidayah yang kuat, Lauren pun mantap mengikuti jejak sang ibunda menjadi seorang mualaf.

Sejak menjadi mualaf, ia mengaku sering dijauhi teman dan gurunya di sekolah lantaran keputusannya itu.

Wanita muda yang bercita-cita membangun masjid ini digoda sang pembawa acara yang berandai-andai dirinya diimingi uang besar agar kembali ke agamanya yang dulu.

“Misalnya Lauren ada orang nih datang ke dirimu ngasih duit Rp300 juta sampai Rp1 milliar untuk kembali ke Katolik mau nggak,” ungkapnya.

“Nggak,” jawab Lauren.

Sang pembawa acara lantas kembali bertanya soal jawaban Lauren.

“Serius,” ujar pembawa acara tersebut untuk memastikan.

“Iman saya nggak seharga itu,” pungkasnya. (suara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *