Dibangun Dengan Uang Rakyat, Gedung Pemuda HST Sering Digunakan Maksiat, Alat Kontrasepsi Berhamburan

  • Bagikan
Gedung pemuda Kabupaten HST. (foto: ramli)
Gedung pemuda Kabupaten HST. (foto: ramli)

Gedung Pemuda di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang terletak di Desa Banua Jingah, tepatnya di Jalan Lingkar Kapar Walangsi yang dibangung tahun 2017 itu kini terbengkalai. Ironinya, gedung ini sering digunakan untuk tempat maksiat, seperti mesum dam mabuk-mabukan.

BARABAI ,koranbanjar.net – Gedung Pemuda awalnya dibangun tahun 2017 untuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dengan menghabiskan uang rakyat mencapai ratusan juta rupiah.

Sekarang gedung ini digunakan sebagai tempat mesum, tempat pacaran, bahkan tempat mabuk-mabukan oleh segelintir orang-orang.

BACA:  Perayaan Hari Kemerdekaan di Aluh-Aluh Bernuansa Religi

Penelusuran koranbanjar.net, Minggu (12/9/2021) sekitar pukul 10.00 WITA,  terlihat sangat banyak coretan di dinding bangunan tersebut, sampah pun berserakan di lantai gedung.

Ruang gedung pemuda Kabupaten HST. (foto: ramli)
Ruang gedung pemuda Kabupaten HST. (foto: ramli)

“Namanya juga gedung pemuda, ya pemuda yang menempati, yang tua juga ada, kalau malam di sini sering digunakan tempat mesum, kalau sore tempat anak muda nongkrong sambil minum aldo (alkohol doang), ” ujar warga Ayuang, Lupak.

Kalau malam gedung ini terlihat sangat angker, tidak ada penerangan sama sekali di tempat ini, hal inilah yang menjadi sarang muda-mudi berbuat mesum.

BACA:  Wow Keren! 4 Pemuda HST Sabet Juara Lomba Cipta Game Edukasi Perpajakan

Warga Banua Jingah, Rulah menambahkan, tidak jauh dengan lokasi gedung pemuda ini sering melihat laki-laki dan perempuan masuk ke dalam gedung itu, sudah bisa ditebak apa yang mereka lakukan. “Bahkan sering saya menemukan alat kontrasepsi yang masih ada cairan, di buang begitu saja di lantai,” ujarnya sambil menunjuk gedung pemuda.

Ruang gedung pemuda Kabupaten HST. (foto: ramli)
Ruang gedung pemuda Kabupaten HST. (foto: ramli)

Ditambahkan, dia sering menegur, bahkan menakut-nakuti kalau di situ banyak hantu, tetap saja ada yang menggunakan tempat itu. “Yang ke sini kebanyakan orang luar Banua Jingah,” ujarnya sambil memancing persis di depan gedung pemuda ini.(mj-41/sir)

BACA:  Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Tengah; Amankah Kita di Era Digital

 

(Visited 99 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 99 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *